INDOPOSCO.ID – Perpustakaan perguruan tinggi harus bertransformasi, dari penyimpanan koleksi menjadi pusat intelektual dan penggerak peradaban kampus.
Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam keterangan, Minggu (30/11/2025). Berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050 dari Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) diproyeksikan menurun dari 69,28 persen pada 2020 menjadi 65,79 persen pada 2045.
Sementara, dikatakan Fauzan, jumlah penduduk lanjut usia meningkat dua kali lipat dari 6,16 persen menjadi 14,61 persen. Tren ini menunjukkan urgensi penguatan budaya literasi, transformasi perpustakaan, serta peningkatan kompetensi digital di pendidikan tinggi.
“Kampus adalah ekosistem dengan komitmen akademik tinggi. Di sinilah perpustakaan harus hadir sebagai motor penggerak peradaban,” tegasnya.
Sementara itu, masih ujar dia, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan mahasiswa pengguna kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) tertinggi sebesar 95 persen menurut laporan Chegg, GoodStats 2024.
Selain itu, lanjutnya, berdasarkan laporan McKinsey 2024 dan Indonesia AI Report 2025, lebih dari 70 persen perusahaan global telah mengadopsi teknologi AI dalam kegiatan operasional, dan 90 persen masyarakat Indonesia mengaku merasakan peran nyata AI dalam keseharian.
“Kami menekankan bahwa perpustakaan harus inklusif, inovatif, dan tidak terisolasi dari komunitas akademik. Dengan kemajuan teknologi, perpustakaan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas perannya dan melahirkan generasi ilmuwan baru,” terangnya.
Ia menyebut, data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) per 21 September 2025 menunjukkan bahwa dari total 219.415 perpustakaan di Indonesia, hanya 1,5 persen atau 3.335 unit yang berstatus perpustakaan perguruan tinggi.
“Angka ini mencerminkan pentingnya penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, dan peningkatan kompetensi pustakawan agar perpustakaan kampus mampu menjadi pusat inovasi dan riset,” ujarnya. (nas)








