• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Bukan Cuaca Ekstrem, Walhi Sumut Sebut Perubahan Status Hutan Picu Bencana

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 1 Desember 2025 - 13:24
in Nusantara
longsor-sumut

Kondisi banjir melanda wilayah Kabupaten Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (25/11/2025). Foto: BPBD Kabupaten Padang Sidempuan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) tidak sependapat dengan pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mengaitkan bencana banjir dan longsor di wilayahnya dengan kondisi cuaca ekstrem. Padahal akar masalahnya dipicu karena kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

Direktur Walhi Sumut Rianda Purba mengatakan, pemicu utama bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara bukan semata-mata karena cuaca ekstrem, melainkan akibat kerusakan hutan dan alih fungsi lahan dari hutan menjadi non-hutan.

BacaJuga:

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp886 Juta

Gempa Flores Timur: 1.100 Warga Mengungsi, 215 Rumah Rusak

Gubernur Andra Soni Lepas Keberangkatan 21 Petani Milenial Magang di Jepang

“Pengerusakan hutan di sana itu disebabkan, dipicu oleh beberapa perusahaan. Jadi kita menyangkal pertanyaan dari Gubernur Sumatera Utara bahwa banjir tersebut karena cuaca ekstrem,” jelas Rianda secara daring di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Ia mengemukakan, tahun 2014 terjadi perubahan peruntukan kawasan hutan di Sumut. Khususnya wilayah ekosistem Batang Toru Tapanuli Selatan. “Ini seenaknya saja diubah dari hutan statusnya menjadi non-hutan,” ujarnya.

“Dari situ kemudian banyak investasi di wilayah ekosistem tersebut. Misalnya satu adalah PLTA Batang Toru,” tambahnya.

Selain itu, perluasan tambang emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang sejak tahun 2020 mengumumkan akan memperluas areal eksploitasinya.

“Praktik itu juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian juga investasi lainnya seperti Perkebunan Kayu Rakyat (PKR),” keluh Riandar.

Belum lagi, adanya aktivitas pembukaan lahan sawit, alih fungsi dari hutan ke non-hutan. Kondisi tersebut terjadi karena status hukumnya sebagain besar wilayah-wilayah yang rusak itu menjadi non-hutan atau areal penggunaan lain.

Banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Sumatera Utara sejak 24 hingga 25 November 2025. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sempat mengaitkan banjir tersebut, termasuk merendam rumah dinasnya sendiri akibat cuaca ekstrem, apalagi terjadi setelah curah hujan tinggi menyebabkan luapan sungai dan genangan meluas. Diketahui ada tiga provinsi dilanda bencana banjir dan longsor yakni, Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. (dan)

Tags: cuaca ekstremKerusakan LingkungansumutWalhi

Berita Terkait.

bc
Nusantara

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp886 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 13:03
gempa
Nusantara

Gempa Flores Timur: 1.100 Warga Mengungsi, 215 Rumah Rusak

Jumat, 10 April 2026 - 12:48
Andra-Soni
Nusantara

Gubernur Andra Soni Lepas Keberangkatan 21 Petani Milenial Magang di Jepang

Kamis, 9 April 2026 - 19:01
mentrans
Nusantara

Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Kamis, 9 April 2026 - 08:56
bc3
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 14:04
bc2
Nusantara

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Rabu, 8 April 2026 - 12:22

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.