• Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Koran
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kolaborasi KKP dan BOSF Perkuat Investasi Ekonomi Biru

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 29 November 2025 - 20:10
in Nasional
kkp

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Transformasi ekonomi biru menjadi agenda strategis Indonesia dalam menjawab tantangan global. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dan kekayaan hayati yang luar biasa, Indonesia berada pada posisi penting untuk memimpin arah pembangunan maritim yang berkelanjutan. Untuk mempercepat momentum ini, Blue Ocean Strategy Fellowship 2025 bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertemukan pelaku usaha lintas sektor dalam forum bisnis bertajuk “Unlocking the Blue Economy for Sustainable Marine Ecosystems.”

Forum ini menghadirkan pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan inovator dari sektor perikanan, agribisnis, teknologi digital, energi, logistik, hingga industri kreatif. Tahun ini, Blue Ocean Strategy Fellowship telah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono sebagai Distinguished Fellow, menandai semakin kuatnya peran KKP dalam mengakselerasi kolaborasi lintas sektor.

BacaJuga:

Hartati Murdaya Terpilih Ketum DPP Walubi 2025-2030 Secara Aklamasi

ASN Tunjukkan Komitmen Pemerintah Perkuat Kesehatan Masyarakat

BNPB Upayakan Distribusi Logistik Via Darat, Laut, dan Udara ke Aceh

“Sering kita lupa bahwa hampir semua kebutuhan kita, mulai dari pangan hingga air, bersumber dari laut. Jika laut rusak, itu ancaman langsung bagi manusia,” ujar Menteri Trenggono pada acara itu, Jumat (28/11) petang.

Ia memaparkan kompleksitas ekosistem laut Indonesia yang ditopang miliaran organisme namun kini semakin tertekan oleh aktivitas penangkapan ikan, logistik, dan eksploitasi migas. “Kalau kita lihat peta aktivitas kapal, ruang laut kita hampir tak punya napas. Itu tanda laut menuju ketidaksehatan,” jelasnya.

Karena itu, KKP mendorong implementasi lima kebijakan ekonomi biru, yaitu perluasan kawasan konservasi laut; penangkapan ikan terukur berbasis kuota; pengembangan budidaya berkelanjutan; pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil; serta penanganan sampah plastik di laut.

Ia mencontohkan keberhasilan konservasi penyu di Teluk Cenderawasih sebagai bukti bahwa pengelolaan ruang laut yang tepat dapat menyelamatkan ekosistem sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lain, Menteri Trenggono juga menyoroti tantangan di lapangan, mulai dari kepatuhan penggunaan VMS/AIS hingga tekanan ekonomi jangka pendek masyarakat pesisir. “Banyak masyarakat hanya berpikir soal makan hari ini, bukan ekologi. Itu bukan salah mereka. Tugas kita memastikan mereka bisa sejahtera tanpa merusak laut,” tegasnya.

Pihaknya turut menyampaikan capaian positif program Kampung Nelayan Merah Putih yang meningkatkan produktivitas nelayan lebih dari 120 persen dan kini diperluas ke 100 lokasi dengan target jangka panjang 1.000–4.000 desa di seluruh Indonesia. “Laut Indonesia bukan hanya aset nasional, tapi elemen penting keseimbangan iklim dunia. Menjaganya berarti menjaga masa depan umat manusia,” pungkasnya.

Rektor Sampoerna University, Wahdi Yudhi, menyampaikan pentingnya penguatan basis ilmiah dan percepatan riset untuk mendorong industri maritim yang kompetitif dan berkelanjutan. “Tema forum ini menegaskan urgensi untuk melampaui pendekatan regulasi tradisional, yang belum sepenuhnya mampu menangani isu kronis seperti IUU Fishing dan turunnya stok ikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan Blue Ocean Strategy menawarkan nilai baru yang dapat mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. “Ini tentang membangun kemakmuran sekaligus ketangguhan komunitas pesisir, termasuk menyiapkan para pemimpin muda di masa depan,” tambahnya.

 

CEO Blue Ocean Global Network, Dr. Robert Bong, menegaskan bahwa kerja sama antara KKP dan Blue Ocean Strategy Fellowship membuka peluang besar untuk mempercepat implementasi ekonomi biru di Indonesia. Ia menyebut pengalaman bekerja bersama KKP dalam beberapa bulan terakhir sebagai proses yang menantang sekaligus sangat bermakna. “Wilayah maritim Indonesia bukan hanya daratan, tetapi juga kawasan laut hingga 200 mil laut, tiga kali lebih luas daripada daratan. Tantangannya besar, tetapi potensinya jauh lebih besar,” ujarnya.

Dr. Bong menjelaskan bahwa kolaborasi dengan tim KKP memperlihatkan keterbukaan terhadap ide baru dan kesediaan untuk belajar dari metodologi internasional. “Ketika kami berbagi pengalaman 25 tahun bekerja dengan berbagai pemerintah di dunia, kami juga belajar dari kreativitas dan konteks Indonesia,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menekankan bahwa eksekusi adalah inti dari keberhasilan. “Di banyak negara, satu pelajaran selalu sama, eksekusi adalah segalanya. Strategi yang brilian tanpa eksekusi hanya menjadi dokumen,” tegasnya.
(ney)

Tags: BOSFInvestasi Ekonomi BiruKKPKolaborasi
Berita Sebelumnya

Resmikan Groundbreaking KKMP Pakansari, Menkop Sebut Contoh Koperasi Kelurahan Modern Nasional

Berita Berikutnya

50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5

Berita Terkait.

HARTATI
Nasional

Hartati Murdaya Terpilih Ketum DPP Walubi 2025-2030 Secara Aklamasi

Minggu, 30 November 2025 - 04:17
ASN
Nasional

ASN Tunjukkan Komitmen Pemerintah Perkuat Kesehatan Masyarakat

Minggu, 30 November 2025 - 03:24
pesawat
Nasional

BNPB Upayakan Distribusi Logistik Via Darat, Laut, dan Udara ke Aceh

Sabtu, 29 November 2025 - 23:54
johsn-dpr
Nasional

Anggota DPR Minta Pemerintah Usut Kayu Gelondongan Hanyut Saat Banjir

Sabtu, 29 November 2025 - 23:13
bpjs
Nasional

Demi Inklusivitas, Pekerja Difabel Minta BPJS Ketenagakerjaan Sediakan Manfaat Tambahan

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48
guru-ntt
Nasional

Kisah Guru Setelah 36 Tahun Mengabdi Jadi PPPK Setelah Dapat Atensi Presiden

Sabtu, 29 November 2025 - 22:32
Berita Berikutnya
chef-cilik

50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5

BERITA POPULER

  • hujan

    Hujan dan Banjir Kader KB Asahan Tetap Antar MBG 3B

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Dedi Mulyadi: Siswa Masuk Barak Militer Bukan Latihan Perang, Bantu Kesehatan Mental

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Persik vs Semen Padang: Macan Putih siap Mental, Kabau Sirah punya Momentum

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • From Villages to Schools: Wilmar Ensures Clean Water for Future Generations

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Biem Benyamin Apresiasi SMAN 49 Jakarta Bebas Perundungan

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.