INDOPOSCO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Rumah BUMN terus memperkuat perannya dalam mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen ini diwujudkan melalui rangkaian pelatihan terstruktur yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital, kreativitas, serta kemampuan adaptasi UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan berdaya saing tinggi.
Sejumlah pelaku UMKM seperti Dupa Dubali, Rotenbi, dan Kopi Gunung Catur menjadi contoh penerima manfaat yang merasakan dampak nyata dari program pelatihan tersebut. Melalui pendampingan intensif para fasilitator, mereka mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi pengembangan bisnis berbasis digital.
Materi pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari Content Marketing, Dasar-dasar Digital Business, pengenalan Digitalisasi Produk Telkom, hingga pemanfaatan media sosial secara efektif melalui pelatihan Social Media Awareness. Keseluruhan program ini diharapkan mampu mendorong UMKM mengoptimalkan teknologi digital sebagai fondasi pertumbuhan usaha.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa Telkom terus berupaya menghadirkan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan UMKM.
“Telkom hadir dengan program pembinaan yang merupakan program inisiatif Social Responsibility Center (SRC) Telkom yang ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan ilmu UMKM binaan Telkom agar bisa lebih baik, lebih maju, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar,” ujar Hery dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025)
Lebih lanjut, terdapat beberapa aktivitas yang juga dilakukan oleh Rumah BUMN bersama dengan para fasilitator yang dapat meningkatkan kapabilitas dan kapasitas digital UMKM. Beberapa aktivitas tersebut diantaranya, sosialisasi dan registrasi platform digitalisasi usaha, seperti KasirAja, IndibizPay, dan aplikasi pendukung UMKM, sosialisasi dan registrasi Marketplace, seperti PaDi UMKM, pelatihan digital marketing, dan pameran offline, baik pada tingkat lokal, regional, maupun nasional.
Salah satu fasilitator Rumah BUMN Tarakan, Mariyati yang sudah menjadi fasilitator sejak tahun 2017 menyatakan bahwa cinta dan komitmen terhadap kemajuan UMKM binaan menjadi motivasi utamanya untuk terus membantu UMKM agar dapat terus berkembang.
“Dengan pendampingan berkelanjutan, kami percaya setiap pelaku usaha mampu naik kelas, berinovasi, dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah yang tangguh. Saya berharap kedepannya, UMKM binaan dapat semakin meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Dengan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, saya percaya UMKM dapat menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah,” kata Mariyati
Lebih lanjut, fasilitator dari Rumah BUMN Bangli yang sudah menjadi fasilitator sejak 2018, I Nyoman Aditya Sastra W. melihat bahwa setiap UMKM tentunya memiliki potensi yang sangat besar.
“UMKM tidak hanya pelaku usaha kecil, melainkan juga merupakan pejuang ekonomi lokal yang terus membawa semangat kemandirian. Kecintaan saya menjadikan saya tulus mendampingi UMKM untuk berkembang bersama dalam membangun negeri. Ke depan, saya ingin terus berbakti ke tanah air dengan cara terus mengabadikan diri dengan memajukan UMKM,” ucap I Nyoman Aditya
Berbeda dengan fasilitator lainnya, Yusta Arsensia yang merupakan fasilitator yang berasal dari Rumah BUMN Labuan Bajo turut menambahkan saat ini UMKM semakin aktif dalam dunia digitalisasi, menciptakan berbagai inovasi, dan berusaha terus bangkit dalam setiap tantangan,
“Fasilitator selalu menjadi tempat untuk berbagi dan sharing bagi UMKM terkait usahanya. Saya sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme dari para UMKM binaan yang sangat gigih untuk menciptakan berbagai produk dan berinovasi terhadap produk agar sesuai dengan permintaan pasar dan menghadirkan lapangan kerja baru bagi orang-orang sekitar,” tutur Yusta.
“Saya sangat senang memiliki peran untuk membantu UMKM melakukan transformasi dari sekedar usaha kecil, kemudian menjadi usaha yang stabil dan mandiri, serta dapat berinovasi dan menjadi kebanggan bangsa. Saya berharap dapat melihat UMKM Bali berkembang pesat dan menjadi UMKM yang dapat Go Global sampai ke kancah internasional,” timpal fasilitator dari Rumah BUMN Bali, Ni Wayan Mardiani.
Telkom terus berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, melalui pendampingan kepada UMKM agar senantiasa meningkatkan daya saingnya, tidak hanya di pasar nasional, namun juga pasar internasional. (srv)









