INDOPOSCO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tengah menyiapkan langkah transformasi dengan memperkuat peran sebagai strategic holding serta mengoptimalkan portofolio bisnisnya.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya penataan dan penyederhanaan BUMN, sesuai dengan arahan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan fokus bisnis, mempercepat pengambilan keputusan strategis, dan memperkuat daya saing Telkom di tengah dinamika industri digital.
“Streamlining portofolio bisnis kami hadirkan agar Telkom dapat semakin fokus pada bisnis inti yang mendukung pilar transformasi perusahaan,” kata Seno dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Langkah penataan portfolio bisnis atau streamlining bertujuan agar Telkom dapat memastikan fokus pada bisnis inti yang mendukung empat pilar transformasi Telkom 2030.
Melalui streamlining, perusahaan diharapkan dapat menjadi lebih ramping, efisien dan tidak terdapat anak usaha dengan portofolio yang hampir serupa.
Dengan dilakukan penataan kembali portofolio bisnis, Telkom turut memastikan bahwa setiap anak usaha juga benar-benar memberikan kontribusi dan value creation yang optimal bagi TelkomGroup.
Inisiasi rencana program streamlining Telkom didasarkan pada kajian subsidiary streamlining yang disusun dengan menggunakan framework dari konsultan bisnis independen.
Framework tersebut dirancang secara komprehensif untuk mengevaluasi portofolio anak perusahaan Telkom dan menentukan opsi optimal bagi masing-masing entitas, baik melalui cut loss atau divestasi di bawah nilai invested capital; write off atas shareholder loan; maupun pembubaran anak usaha yang dinilai tidak lagi memberikan nilai tambah strategis bagi TelkomGroup.
“Strategi ini dapat memperkuat posisi Telkom sebagai digital telco dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus mendorong efisiensi, improvement, sinergi dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” ujar Seno.
“Langkah ini diambil sekaligus untuk memperkuat posisi Telkom dalam menjadi perusahaan strategic holding yang lebih solid dan dapat terus bertumbuh,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana menekankan pentingnya penguatan strategi serta pemahaman mendalam terhadap aspek kepatuhan, kehati-hatian, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
“Dengan demikian, setiap keputusan strategis diambil secara prudent dengan melibatkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Andy.
Sejalan dengan itu, Telkom juga berkomitmen untuk memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara akuntabel, transparan, serta berkoordinasi erat dengan Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara, dan Badan Pengaturan BUMN untuk menjamin kepatuhan hukum dan mendukung transformasi menuju korporasi yang lebih gesit, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui inisiatif streamlining portofolio bisnis TelkomGroup, Telkom juga senantiasa mendukung inisiatif pemerintah dalam upaya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” katanya.
Dengan serangkaian langkah strategis tersebut, Telkom menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi korporasi yang lebih kokoh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan era digital, sekaligus menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi negara, pemangku kepentingan, dan masyarakat luas. (srv)








