INDOPOSCO.ID – Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia kini tengah kosong setelah Patrick Kluivert resmi diberhentikan dari jabatannya. Pelatih asal Belanda itu gagal memenuhi target membawa skuad Garuda melangkah ke Piala Dunia 2026.
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan posisi strategis tersebut. Namun, di tengah ramainya spekulasi, suara publik kembali menyeruak, meminta Shin Tae-yong (STY) kembali menukangi Merah-Putih.
Salah satu yang lantang menyuarakan hal itu adalah mantan Ketua Umum PSSI, Muhammad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule. Dialah sosok yang pertama kali mendatangkan STY pada 2020 silam, dan kini meminta federasi mempertimbangkan pelatih asal Korea Selatan itu untuk kembali.
“Saya ingin menyampaikan saran kepada federasi, kepada PSSI, mempertimbangkan kembali sosok coach, yaitu STY atau Shin Tae-yong,” ujar Iriawan dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip pada Minggu (19/10/2025).
“Alasannya sederhana, STY sudah sangat mengenal karakteristik, kemampuan, dan semangat para punggawa Garuda.” lanjutnya.
Iwan Bule menilai, hubungan antara STY dan para pemain sudah terbangun sangat kuat. Chemistry yang terjalin selama empat tahun terakhir dianggap menjadi modal berharga untuk menjaga kontinuitas prestasi.
“Mereka sudah berinteraksi lama. Meskipun secara bahasa kadang-kadang STY memakai bahasa Korea, tapi sudah dimengerti oleh anak-anak tim nasional Indonesia,” tuturnya.
Bagi Iwan Bule, keberhasilan STY bukan hanya diukur dari hasil di lapangan, tetapi juga dari tiga alasan yang membuat perubahan mendasar pada mentalitas dan disiplin pemain.
“Yang pertama adalah mental. Mental anak-anak kita diangkat menjadi mental petarung, mental pemenang, dan mental juara,” tegasnya.
“Yang kedua adalah disiplin. STY sangat disiplin, dan itu penting untuk kesatuan tim nasional. Bahkan ada pemain yang hanya telat beberapa menit langsung dicoret. Ini membangun kekompakan luar biasa,” sambungnya.
Selain mental dan disiplin, faktor ketiga yakni aspek fisik atau stamina juga menjadi perhatian STY yang menurut Iwan Bule memberi efek besar bagi performa Garuda di lapangan.
“Stamina juga sangat ditekankan oleh STY. Bagaimana pun, taktik dan skill tidak akan berarti tanpa stamina yang prima,” ujarnya.
Iriawan menilai tiga pilar utama, yakni mental, disiplin, dan stamina, menjadi fondasi penting dari kemajuan pesat Timnas Indonesia di era STY. Meski sempat terhambat pandemi COVID-19, progres tim justru tetap signifikan.
“Zamannya STY cukup banyak kemajuan. Padahal kita sempat kena COVID-19 dua tahun, tapi mereka tetap bisa berkembang dengan baik,” katanya.
Menutup pernyataannya, Iwan Bule menegaskan bahwa usulnya murni lahir dari kecintaan terhadap sepak bola Indonesia.
“Sekali lagi, saya hanya pencinta timnas Indonesia. Saya ingin tim ini mencapai hal-hal terbaik untuk kemajuan sepak bola nasional. Keputusan tetap saya serahkan kepada federasi. Saya tetap merah putih, untuk Garuda dan sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Dengan semangat nasionalisme yang masih menyala, Iwan Bule berharap federasi tak ragu menatap masa depan. Bagi dia, memanggil kembali Shin Tae-yong bukan langkah mundur, tapi jalan pulang menuju kejayaan Garuda. (her)







