• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

IAKMI Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas MBG, Jangan Terjebak Kuantitas

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 22 September 2025 - 15:05
in Nasional
iakmi

Murid SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta Timur saat menikmati makanan program makan bergizi gratis (MBG), pada Senin, 3 Februari 2025. Foto: Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Desakan evaluasi program makan bergizi gratis (MBG) terus berdatangan berbagai kalangan. Kali ini giliran Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) meminta, pemerintah mengkaji ulang serius pelaksanaan program tersebut agar tidak terjadi kembali kasus keracunan.

Bendahara Umum Pengurus Pusat IAKMI Jakarta Narila Mutia Nasir mengakui program MBG baik, namun pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dinilainya belum dilakukan secara sungguh-sungguh oleh pemerintah.

BacaJuga:

1,7 Juta Siswa Madrasah dan Santri Ikuti AN dan TKA 2026

6 Tuntutan Utama Buruh di May Day 2026: Singgung PHK hingga Pajak

KAI Upayakan Percepatan Evakuasi KA Bangunkarta di Bumiayu

Ia bahkan menyoroti langkah pemerintah dalam program MBG, yang terkesan hanya mengejar jumlah penerima manfaat. Namun, mengesampingkan standar gizi menu makanan dari program tersebut.

“Nah ini yang perlu diperbaiki dengan sangat serius. Jangan hanya bicara kuantitasnya bahwa MBG sudah sekian persen, tapi kualitasnya tidak bisa diabaikan,” kata Narila Mutia Nasir kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Jumlah penerima manfaat MBG mungkin lebih banyak, ketimbang angka keracunan menimpa peserta didik usai mengonsumsi makanan dari program itu. Kendati demikian, pemerintah tidak boleh lepas tanggungjawab terhadap korban dalam kasus keracunan.

“Maka pemerintah harus memastikan memang semua berjalan baik mulai dari proses, kualitas makanan yang diberikan harus sehat bergizi, agar outcome yang diinginkan tercapai, bukan berujung pada kekhawatiran orang tua,” ujar Narila.

Di sisi lain, penyelidikan epidemiologi tentang kejadian keracunan makanan MBG yang sudah berulang kali terjadi perlu dianalisis. Sehingga mengetahui posisi rentan pelaksanaan salah satu andalan program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu.

“Sebenarnya titik kerawanan yang terjadi, apakah polanya sama untuk setiap kasus atau ada bedanya. Ini kan bahan evaluasi penting ya,” ucap Narila.

Dari perspektif kesehatan masyarakat bukan hanya masalah respons cepat penanganan, jika kasus keracunan MBG terjadi. Bagian paling penting ialah mencegah tidak terjadinya keracunan makanan.

“Fokus pencegahan kasus tidak berulang itu sesuatu yang mutlak. Evaluasi lagi pelaksanaannya seperti apa dan tunjukan memang tahapan monev (monitor dan evaluasi) sudah dijalankan dengan baik,” ujar Narila.

Berdasar data Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menyebutkan, hingga akhir Juli 2025, sebanyak 7.374.135 penerima manfaat telah dijangkau melalui 2.375 dapur komunitas gizi (SPPG) aktif, menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, serta santri di pesantren dan sekolah keagamaan. Sementara kasus keracunan akibat MBG terus terjadi sejak awal tahun 2025 hingga 19 September 2025. (dan)

Tags: IAKMIIkatan Ahli Kesehatan Masyarakat IndonesiaKualitas MBGmbgpemerintah

Berita Terkait.

siswa
Nasional

1,7 Juta Siswa Madrasah dan Santri Ikuti AN dan TKA 2026

Selasa, 7 April 2026 - 00:30
demo
Nasional

6 Tuntutan Utama Buruh di May Day 2026: Singgung PHK hingga Pajak

Senin, 6 April 2026 - 23:23
kai
Nasional

KAI Upayakan Percepatan Evakuasi KA Bangunkarta di Bumiayu

Senin, 6 April 2026 - 22:52
baksar
Nasional

RDP Komisi III DPR RI, Legislator Ini Ungkap Pelanggaran Etik di Tubuh Polri

Senin, 6 April 2026 - 21:11
ptba
Nasional

Tahan Banting! PTBA Catat Lonjakan Produksi di Tengah Tekanan Global

Senin, 6 April 2026 - 20:02
mentrans
Nasional

Menteri Transmigrasi Tekankan Kepemimpinan dan Kewaspadaan dalam Misi Perdamaian Dunia di Lebanon

Senin, 6 April 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.