• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Jumlah uang Beredar Naik Sejalan dengan Ekspansi Fiskal BI

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 18 September 2025 - 03:30
in Ekonomi
fiskal

Tangkapan layar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan materi konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan September 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (17/9/2025). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa ke depan, jumlah uang yang beredar akan meningkat sejalan dengan ekspansi kebijakan fiskal Pemerintah dan pertumbuhan kredit yang akan lebih tinggi.

“Kebijakan moneter longgar juga mendorong kenaikan jumlah uang beredar dan diperkirakan akan meningkat sejalan dengan ekspansi kebijakan fiskal Pemerintah untuk mendorong sektor riil,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo seperti dikutip Antara, Rabu (17/9/2025).

BacaJuga:

Soroti Ketahanan Pangan, Komisi IV Minta Cadangan Nasional Diperkuat Hadapi Krisis Global

400 Riset Didanai, PASPI Nilai Komitmen BPDP di Sawit Nyata

BSW Puji Kinerja BPJPH, Sebut Haikal Hasan Kunci Sukses Wajib Halal 2026

Perry mengatakan, kebijakan moneter ekspansif tercermin pada pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang meningkat dari 5,46 persen year on year (yoy) pada Januari 2025 menjadi 6,53 persen (yoy) pada Juli 2025. Posisi M2 pada Juli 2025 mencapai Rp9.569,7 triliun.

Dari sisi komponen, kenaikan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) yakni dari 7,25 persen (yoy) pada Januari 2025 menjadi 8,72 persen (yoy) pada Juli 2025.

Perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatan pertumbuhan uang kartal di luar bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR) dari 10,30 persen (yoy) pada Januari 2025 menjadi 10,98 persen (yoy) pada Juli 2025.

Dari sisi faktor yang mempengaruhi, kenaikan M2 terutama berasal dari peningkatan aktiva luar negeri bersih (net foreign asset/NFA) sejalan dengan kenaikan cadangan devisa.

Sementara faktor lainnya, yaitu tagihan bersih kepada pemerintah pusat masih mengalami kontraksi dan pertumbuhan kredit masih rendah.

Sementara itu, pertumbuhan uang primer (M0) adjusted tumbuh 7,34 persen (yoy) pada Agustus 2025 sehingga tercatat sebesar Rp1.961,3 triliun.

Pertumbuhan M0 adjusted tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan M0 (tanpa memperhitungkan dampak KLM) yang sebesar 0,34 persen (yoy) pada Agustus 2025.

M0 adjusted merupakan uang primer yang telah memperhitungkan dampak penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) bank di Bank Indonesia karena pemberian kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).

Dari faktor yang memengaruhi, kenaikan M0 adjusted ini berasal dari ekspansi aktiva luar negeri bersih (net foreign asset/NFA) sejalan dengan kenaikan cadangan devisa, sedangkan komponen tagihan bersih kepada pemerintah pusat (net claims on government/NCG) mengalami kontraksi sehingga menahan kenaikan M0 adjusted. (wib)

Tags: Fiskal BIuang

Berita Terkait.

siti
Ekonomi

Soroti Ketahanan Pangan, Komisi IV Minta Cadangan Nasional Diperkuat Hadapi Krisis Global

Selasa, 7 April 2026 - 23:03
sawit
Ekonomi

400 Riset Didanai, PASPI Nilai Komitmen BPDP di Sawit Nyata

Selasa, 7 April 2026 - 22:43
haikal
Ekonomi

BSW Puji Kinerja BPJPH, Sebut Haikal Hasan Kunci Sukses Wajib Halal 2026

Selasa, 7 April 2026 - 22:23
maman
Ekonomi

UMKM Indonesia Bidik Pasar China, Maman Genjot Rantai Pasok Global

Selasa, 7 April 2026 - 22:02
pln
Ekonomi

PLN Indonesia Power Dominasi PROPER 2025: 7 Emas, 22 Hijau, Terbanyak se-PLN Group

Selasa, 7 April 2026 - 21:19
nhm
Ekonomi

Jejak Hijau di Balik Tambang Emas: Cara NHM Pulihkan Alam Gosowong

Selasa, 7 April 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1140 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.