• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Komisi V Soroti ODOL dan Standar Layanan Jalan Tol Purbaleunyi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 12 September 2025 - 12:06
in Megapolitan
Bakri-HM

Anggota Komisi V DPR RI, A. Bakri HM, saat pertemuan di ruas tol Purbaleunyi, Jumat (12/9/2025). Foto : DPR. RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi V DPR RI, melakukan kunjungan ke Tol Tol Purwakarta – Bandung – Cileunyi (Purbaleunyi) guna merespons atas banyaknya keluhan publik mengenai kualitas layanan jalan tol.

Dalam kesempatan ini, Baktie, selkau Anggota Komisi V yang ikut dalam kunjungan ini pun mengakui banyak kekurangan standar pelayanan minimum (SPM) di salah satu jalur tol tersibuk di Jawa Barat.

BacaJuga:

Mulai Efektif Hari Ini, Simak Aturan Presensi WFH Jumat ASN Pemprov DKI

Mulai Efektif Hari Ini, Simak Aturan Presensi WFH Jumat ASN Pemprov DKI

BPN Jakut Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Menuju WBBM

“Kami turun langsung ke lapangan karena pengaduan masyarakat semakin banyak. Mulai dari jalan berlubang, penerangan yang minim, hingga lalu lintas truk ODOL yang meresahkan,” ujarnya usai pertemuan di ruas tol tersebut, Jumat (12/9/2025).

Ia menerangkan, isu kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) kembali mencuat. Bakri menyebut, hampir 40 persen kendaraan di ruas tol masih melanggar batas muatan. Dampaknya tidak main-main: kerusakan jalan, kemacetan, hingga kecelakaan berulang kali dikaitkan dengan truk ODOL.

“Beberapa bulan lalu kita lihat sendiri, ada truk menabrak pintu tol karena kelebihan muatan. Itu baru satu kasus. Masih banyak kecelakaan lain yang akarnya sama,” kata Bakri.

Pemerintah sebenarnya sudah lama berkomitmen menuju Indonesia bebas ODOL. Kementerian Perhubungan menargetkan penerapan penuh aturan ini pada 2027, meski sebelumnya dicanangkan tercapai pada 2026.

“Kali ini Menteri Perhubungan cukup tegas. Tidak ada lagi alasan industri terganggu atau perdagangan terhambat. Yang kita pikirkan keselamatan dan keberlangsungan jalan,” lanjut Bakri.

Selain ODOL, hasil peninjauan juga menemukan sejumlah catatan terkait standar layanan tol. Lampu jalan di beberapa titik masih padam, permukaan jalan bergelombang, serta minimnya penanganan cepat terhadap keluhan pengguna jalan.

Menurut Bakri, pihak pengelola tol harus lebih gesit. “Kami beri waktu tiga bulan. Setelah itu, Komisi V akan kembali untuk mengevaluasi. Kalau tidak ada tindak lanjut, sikap tegas akan diambil, termasuk kemungkinan memberikan teguran resmi,” ucapnya.

Langkah pengawasan ini bukan sekadar formalitas. Dengan lalu lintas harian Purbaleunyi yang mencapai lebih dari 300 ribu kendaraan (data Jasa Marga, 2025), kerusakan jalan dan ketidaknyamanan layanan bisa berdampak luas, bukan hanya bagi warga Jawa Barat, tapi juga pengguna jalan dari Jakarta hingga Jawa Tengah.

Di sisi lain, kebijakan Zero ODOL masih menimbulkan tarik-menarik kepentingan antara dunia usaha dan keselamatan publik. Bakri mengakui transisi ini tidak mudah, namun ia optimistis manfaatnya akan jauh lebih besar. “Kalau aturan ditegakkan, semua pihak akan merasakan keuntungan. Jalan lebih awet, kecelakaan berkurang, dan efisiensi transportasi meningkat,” katanya.

Kini bola ada di tangan pengelola tol dan regulator. Komisi V sudah memberi tenggat tiga bulan. Jika perbaikan tidak dilakukan, DPR berjanji tidak akan tinggal diam. Bagi para pengguna jalan, janji itu berarti harapan baru: jalan tol yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari truk raksasa yang kerap melintas melebihi batas. “Pelayanan jalan tol harus maksimal. Itu hak rakyat, bukan sekadar target bisnis,” tegas Bakri sebelum meninggalkan lokasi peninjauan. (dil)

Tags: DPR RIpelayananTol Purbaleunyi

Berita Terkait.

pram
Megapolitan

Mulai Efektif Hari Ini, Simak Aturan Presensi WFH Jumat ASN Pemprov DKI

Jumat, 10 April 2026 - 16:18
pram
Megapolitan

Mulai Efektif Hari Ini, Simak Aturan Presensi WFH Jumat ASN Pemprov DKI

Jumat, 10 April 2026 - 15:15
jakut
Megapolitan

BPN Jakut Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Menuju WBBM

Jumat, 10 April 2026 - 14:27
plastik
Megapolitan

Harga Plastik Kemasan di Jakarta Naik, Tertinggi di Jakbar

Jumat, 10 April 2026 - 11:41
MRT
Megapolitan

Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

Kamis, 9 April 2026 - 21:43
Pengendara
Megapolitan

Jakarta Gelap! PLN Ungkap Penyebab Mati Listrik Malam Ini

Kamis, 9 April 2026 - 20:42

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.