• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Rumah Penyu Pulau Rambut, Harapan Penyu Sisik Keluar dari Kepunahan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 5 Juni 2025 - 10:02
in Megapolitan
Lepas-Penyu
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berjuang untuk melawan kepunahan, penyu sisik (eretmochelys imbricata) kini punya harapan baru. Penyu sisik, salah satu dari enam jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia, dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi karena bagian karapasnya (bekko) kerap dimanfaatkan sebagai bahan perhiasan dan kerajinan rumah tangga. Sayangnya, pemanfaatan yang tidak terkendali ini justru mengancam kelestariannya. Hal ini ditandai dengan penurunan populasi penyu sisik di habitat aslinya.

Sebagai bentuk komitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati, upaya konservasi penyu sisik terus dilakukan. Salah satunya melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jakarta dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), yang ditandatangani pada 28 Juli 2023.

BacaJuga:

Coreng Citra Kota Global, DPRD Desak Pemprov DKI Serius Berantas Premanisme

IKAPPI Sebut Dinas LH Gagal Tangani Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Viral Pecahkan Mangkuk Pedagang, 3 Preman di Tanah Abang Positif Sabu

Pascapembangunan Rumah Penyu, yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut, Suaka Margasatwa Pulau Rambut di Kepulauan Seribu kini menjelma menjadi benteng konservasi semi alami yang berhasil menghidupkan kembali ekosistem penyu. Rumah Penyu hadir dengan sistem penetasan semi alami yang lebih aman dan dilengkapi sarana pendukung, seperti bak pemeliharaan, fasilitas kamera televisi sirkuit tertutup (Closed Circuit Television/CCTV), dan panel surya untuk memastikan keberlangsungan konservasi secara berkelanjutan.

Sepanjang periode Januari hingga Desember 2024, Rumah Penyu mencatat keberhasilan menyelamatkan 318 butir telur penyu, dan pelepasliaran 142 tukik. Angka ini menjadi capaian signifikan, mengingat sebelumnya lebih dari 76 persen sarang penyu terancam oleh predator seperti biawak, burung pantai, dan fenomena alam air pasang.

Tak hanya berfokus pada upaya penyelamatan, program pelestarian penyu sisik ini juga melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan kampanye dan pelatihan konservasi. Lebih dari 60 orang dari komunitas lokal, staf, hingga mitra konservasi telah berpartisipasi aktif, menjadikan Rumah Penyu sebagai pusat edukasi dan pembelajaran lingkungan hidup yang inklusif.

“Keberadaan Rumah Penyu merupakan wujud dari representasi nyata dari komitmen jangka panjang PHE ONWJ dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut Indonesia. Kami percaya bahwa industri energi tidak hanya memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga bertanggung jawab dalam memastikan kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang,” ujar Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan dalam keterangannya, Kamis (6/6/2025).

Bagi PHE ONWJ, keberhasilan ini menjadi simbol kuat bahwa praktik industri migas dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian alam. Rumah Penyu kini tidak hanya berperan sebagai infrastruktur konservasi, tetapi juga wujud nyata sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga si “penjaga laut” dari kepunahan. (ibs)

Tags: penyuPenyu SisikPHE ONWJRumah PenyuTukik

Berita Terkait.

borgol
Megapolitan

Coreng Citra Kota Global, DPRD Desak Pemprov DKI Serius Berantas Premanisme

Sabtu, 11 April 2026 - 21:11
sampah
Megapolitan

IKAPPI Sebut Dinas LH Gagal Tangani Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Sabtu, 11 April 2026 - 18:08
Viral Pecahkan Mangkuk Pedagang, 3 Preman di Tanah Abang Positif Sabu
Megapolitan

Viral Pecahkan Mangkuk Pedagang, 3 Preman di Tanah Abang Positif Sabu

Sabtu, 11 April 2026 - 11:33
Prakiraan Cuaca di Jakarta Akhir Pekan, Didominasi Berawan hingga Hujan Ringan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca di Jakarta Akhir Pekan, Didominasi Berawan hingga Hujan Ringan

Sabtu, 11 April 2026 - 08:06
fb
Megapolitan

Lindungi Aset Umat, BPN Jakarta dan PWNU MoU Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf

Jumat, 10 April 2026 - 22:44
Pramono Anung
Megapolitan

Mulai Efektif Hari Ini, Simak Aturan Presensi WFH Jumat ASN Pemprov Jakarta

Jumat, 10 April 2026 - 16:18

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    1203 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    687 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.