• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Ribuan Ilmuwan Minta Royal Society Inggris Keluarkan Elon Musk

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 16 Februari 2025 - 01:45
in Internasional
Arsip - Miliarder AS Elon Musk. (ANTARA/Anadolu)

Arsip - Miliarder AS Elon Musk. (ANTARA/Anadolu)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lebih dari 1.900 ilmuwan menandatangani surat terbuka yang meminta agar miliarder AS Elon Musk dikeluarkan dari komunitas sains terkemuka Inggris, Royal Society, karena tindakan dan komentarnya dianggap kontroversial.

Surat yang ditujukan kepada Presiden Royal Society Adrian Smith itu ditulis oleh Prof. Stephen Curry.

BacaJuga:

Pasca-Kebuntuan di Islamabad, Ancaman Blokade Trump Picu Ketegangan Global

Paus Leo XIV Serukan Akhiri Serangan AS-Israel ke Iran: “Cukup Pamer Kekuatan, Saatnya Damai!”

Kian Memanas, Trump Ancam Blokir Kapal yang Bayar ke Iran dan Siap Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Dalam surat itu, Curry mengungkapkan kekecewaannya kepada Royal Society yang terus diam dan seperti tidak melakukan apa-apa terkait keanggotaan kehormatan (fellowship) yang diberikan kepada Musk pada 2018.

“Royal Society telah diberi tahu tentang kekhawatiran para anggota lebih dari enam bulan lalu soal bagaimana perilaku Musk bertentangan dengan Kode Etik,” tulis Curry seperti dilansir Antara, Sabtu (15/2/2025).

Dia menyebut Musk telah mempromosikan “teori konspirasi tak berdasar” dan “tuduhan jahat” terhadap Anthony Fauci, yang telah disampaikan Prof. Dorothy Bishop dalam pernyataan pengunduran dirinya sebagai anggota Royal Society.

Curry berpendapat bahwa posisi Musk dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump membuat situasi bertambah buruk dan pemerintah baru itu berupaya “melemahkan riset ilmiah di AS.”

Tak adanya reaksi terhadap tindakan Musk mencerminkan kurangnya “keberanian moral,” tulis Curry dalam surat itu.

Dia mendesak Royal Society untuk membuktikan bahwa mereka punya keberanian dan kemampuan untuk membela komunitas ilmiah dan nilai-nilai yang selama ini mereka anut.

Pertemuan Royal Society akan digelar pada 3 Maret, menurut harian Inggris Guardian. Para peserta akan membahas prinsip-prinsip terkait pernyataan publik dan perilaku anggota.

Pada Agustus 2024, beberapa akademisi mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap pernyataan Musk soal kerusuhan di Inggris. Mereka meminta agar orang terkaya di dunia itu dicabut keanggotaannya.

Tiga bulan kemudian, ilmuwan terkemuka dari Universitas Oxford Dorothy Bishop mundur dari Royal Society sebagai penolakan terhadap keanggotaan Musk.

Pada Januari, Musk menyerukan masyarakat Inggris untuk memilih partai Reform UK dan menyebut partai sayap kanan itu “satu-satunya harapan” bagi mereka.

Dia juga menyebut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer “jahat” dan memintanya mundur karena pemerintah Inggris disebutnya telah menutupi kasus-kasus pemerkosaan oleh geng kriminal. (wib)

Tags: Elon MuskInggrisRoyal Society

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Pasca-Kebuntuan di Islamabad, Ancaman Blokade Trump Picu Ketegangan Global

Senin, 13 April 2026 - 11:22
Paus Leo XIV Serukan Akhiri Serangan AS-Israel ke Iran: “Cukup Pamer Kekuatan, Saatnya Damai!”
Internasional

Paus Leo XIV Serukan Akhiri Serangan AS-Israel ke Iran: “Cukup Pamer Kekuatan, Saatnya Damai!”

Senin, 13 April 2026 - 03:14
Kian Memanas, Trump Ancam Blokir Kapal yang Bayar ke Iran dan Siap Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

Kian Memanas, Trump Ancam Blokir Kapal yang Bayar ke Iran dan Siap Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 - 00:37
trump
Internasional

Trump Klaim AS Mulai Operasi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz

Minggu, 12 April 2026 - 02:20
iran
Internasional

Iran Tegaskan Tak Akan Korbankan Kedaulatan dalam Negosiasi dengan AS

Sabtu, 11 April 2026 - 22:02
Trump Sesumbar Mampu Buka Blokade Selat Hormuz
Internasional

Trump Sesumbar Mampu Buka Blokade Selat Hormuz

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    847 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.