• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Sebanyak 3.700 Kematian Terjadi Sepanjang 2024 Akibat Perubahan Iklim

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 28 Desember 2024 - 15:00
in Headline
Pemanasan-Global

ilustrasi pemanasan global (ANTARA/pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah menyebabkan kematian sedikitnya 3.700 orang pada 2024, sementara jumlah hari yang sangat panas di seluruh dunia mencapai 41 hari, demikian menurut laporan gabungan oleh World Weather Attribution (WWA) dan Climate Central.

Suhu tinggi yang disebabkan perubahan iklim akibat ulah manusia telah mengakibatkan gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, badai dan banjir di seluruh dunia pada 2024, kata laporan tersebut seperti dilansir Antara, Sabtu (28/12/2024)

BacaJuga:

Inflasi Lebaran 2026 Diklaim Terkendali, Pemerintah Perkuat Strategi Hadapi Iduladha

Terima Dubes Rusia, Ketua DPD RI Ingatkan Pentingnya Diversifikasi Energi Listrik Tenaga Nuklir

Mojtaba Khamenei Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Kepala Intelijen IRGC

“Perubahan iklim menyebabkan kematian sedikitnya 3.700 orang dan jutaan orang mengungsi akibat 26 kejadian cuaca yang kami pelajari pada 2024. Secara global, perubahan iklim menambah rata-rata 41 hari panas berbahaya tambahan pada 2024 yang mengancam kesehatan masyarakat,” menurut siaran pers laporan tersebut.

Pada kenyataannya, jumlah orang yang tewas akibat kondisi cuaca ekstrem tahun ini bisa mencapai “puluhan atau ratusan ribu,” karena laporan tersebut hanya membahas sejumlah kecil kejadian cuaca “yang paling berdampak,.

Sebagian besar negara yang mengalami jumlah hari panas berbahaya tertinggi adalah negara kepulauan kecil dan negara berkembang, kata laporan itu.

Selain itu, suhu global yang memecahkan rekor pada 2024 mengakibatkan hujan lebat yang memecahkan rekor, karena 15 dari 16 banjir yang diteliti dalam laporan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang meningkat akibat perubahan iklim.

Pada saat yang sama, hutan hujan Amazon dan Lahan Basah Pantanal dilanda kekeringan dan kebakaran hutan yang parah, yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dalam jumlah besar, menurut laporan tersebut.

WWA dan Climate Central menyerukan peralihan yang lebih cepat dari bahan bakar fosil, lebih banyak pendanaan untuk negara-negara berkembang, pelaporan kematian akibat panas secara langsung, dan peningkatan peringatan dini terhadap kejadian cuaca ekstrem untuk mengurangi jumlah korban di masa mendatang.

Pada Oktober, WWA mengatakan bahwa lebih dari 500.000 orang telah meninggal di seluruh dunia akibat bencana alam paling mematikan selama 20 tahun terakhir, dan menambahkan bahwa jumlah kematian yang tinggi tersebut dipicu oleh perubahan iklim, di antara faktor lainnya. (wib)

Tags: kematianPerubahan IklimWWA

Berita Terkait.

Daging
Headline

Inflasi Lebaran 2026 Diklaim Terkendali, Pemerintah Perkuat Strategi Hadapi Iduladha

Selasa, 7 April 2026 - 13:04
SBN
Headline

Terima Dubes Rusia, Ketua DPD RI Ingatkan Pentingnya Diversifikasi Energi Listrik Tenaga Nuklir

Selasa, 7 April 2026 - 11:02
Mojtaba-Khamenei
Headline

Mojtaba Khamenei Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Kepala Intelijen IRGC

Selasa, 7 April 2026 - 10:41
ranjau
Headline

Ahli Ranjau Laut PBB Pesimistis Krisis Selat Hormuz Bisa segera Diatasi

Selasa, 7 April 2026 - 07:07
kacab
Headline

Satu Anggota TNI Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Tidak Ditahan

Senin, 6 April 2026 - 22:02
doctor
Headline

Pelarian “The Doctor” Berakhir di atas Ranjang, Buronan Kakap Ini Diringkus di Penang

Senin, 6 April 2026 - 20:25

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1118 shares
    Share 447 Tweet 280
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.