• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dukung Industri Hulu Migas, Rainbow Tubulars Manufacture Terus Berekspansi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 22 November 2024 - 11:48
in Ekonomi
Direktur Komersial dan Bisnis PT Rainbow Tubulars Manufacture, Barkeilona, dalam acara kunjungan media di pabrik PT Rainbow Tubulars Manufacture di sela kegiatan Media Gathering dan SKK Migas, di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (20/11/2024). Foto: Dokumen SKK Migas

Direktur Komersial dan Bisnis PT Rainbow Tubulars Manufacture, Barkeilona, dalam acara kunjungan media di pabrik PT Rainbow Tubulars Manufacture di sela kegiatan Media Gathering dan SKK Migas, di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (20/11/2024). Foto: Dokumen SKK Migas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (barel oil per day/bopd) serta gas 12 ribu juta kaki kubik per hari (mmscfd) masih terus dijaga. Untuk menjaga keberlanjutan target tersebut maka industri pendukung dalam negeri juga harus siap sekaligus melanjutkan tren positif pertumbuhan industri dalam negeri.

PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM) merupakan salah satu industri pendukung industri migas tanah air dan satu-satunya yang memproduksi pipa seamless atau Oil Country Tubular Goods (OCTG). Perusahaan yang menjadi bagian dari PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) memproduksi pipa seamless dan sudah tersertifikasi API 5CT (Casing & Tubing) dan API 5L (Line Pipe).

BacaJuga:

Dorong Ekspor Daerah, Bea Cukai Bersinergi dengan Berbagai Instansi

Dukung Industri Hasil Tembakau, Bea Cukai Berikan Asistensi ke Pabrik Rokok di Kabupaten Malang

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Direktur Komersial dan Bisnis Rainbow Tubulars Manufacture, Barkeilona mengungkapkan, RTM saat ini sedang membangun plant atau pabrik kedua dengan kapasitas mencapai 40 ribu ton per tahun dengan total investasi lebih dari Rp300 miliar.

“Dengan adanya tambahan new plant kapasitas 40 ribu ton jadi total kapasitas produksi 70 ribu ton per tahun. Harapannya target kami kuartal 3 tahun 2025 rampung,” ujar Barkeilona, saat kunjungan media di pabrik PT Rainbow Tubulars Manufacture di sela kegiatan Media Gathering dan SKK Migas, di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (20/11/2024).

Penggunaan OCTG yang dibuat di dalam negeri dalam proyek migas tentu membuat operasional menjadi lebih efisien selain itu, pipa seamless produksi Rainbow Tubulars Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) sudah mencapai lebih dari 50 persen. Tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri RTM juga sudah mampu melakukan ekspansi bisnis dan memasok produknya ke Rusia, Kanada serta Amerika Serikat.

Menurut Barkeilona, pipa seamless Rainbow Tubulars dipasok untuk memenuhi kebutuhan operasional beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Rokan (PHR), Medco E&P Indonesia, PetroChina serta Energi Mega Persada (EMP) yang memiliki banyak kegiatan produksi.

“Distribusi produk kami sepanjang tahun 2023, hampir 73 persen untuk Subholding Upstream Pertamina, overseas 10 persen, other 2 persen (KKKS lainnya), serta ke Pertamina Hulu Rokan 15 persen. Untuk 2024 komitmen untuk suplai pasar domestik seluruhnya,” kata dia.

Barkei menuturkan RTM adalah pabrikan spesialisasi produksi tubing dan casing dengan ukuran 5,5 inchi ke depan akan bisa sampai 7 inchi dengan grade API paling tinggi P110.

RTM berdiri tahun 2016 dan langsung mendapatkan sertifikasi API atau standarisasi suplai material hulu migas tahun 2017, lalu 2018 dapatkan sertifikat TKDN dan SKUP dari pemerintah karena nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri lebih dari 40 persen.

Selain itu, sejak tahun 2018 sampai saat ini kontribusi RTM terus bertambah dalam memasok kebutuhan pipa khususnya Tubing untuk kebutuhan domestikdari 8000 ton di tahun 2018 hingga mencapai 17,500 ton di bulan Oktober 2024.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Hudi D. Suryodipuro mengungkapkan keberadaan RTM membuktikan bahwa industri penunjang hulu migas dalam negeri memainkan peranan penting dalam mengejar target produksi migas nasional

Dia berharap dengan adanya peningkatan kapasitas produksi nantinya dibarengi dengan peningkatan pekerjaan para KKKS yang berujung pada peningkatan produksi migas.

“Tahun ini ada 925 sumur dibor, tahun depan kita kejar diatas 1.000 sumur. Kegiatan lain juga akan naik. Jadi ini membutuhkan dukungan kesiapan teman- teman industri pendukung,” kata Hudi.

Lebih lanjut, menurutnya, industri hulu migas tidak mau hanya jadi revenue center tapi juga motor penggerak ekonomi nasional. Keberadaan RTM juga menunjukan bahwa TKDN bisa langsung berdampak pada perekonomian daerah termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

“Kita ada kewajiban dengan keberadaan industri hulu di daerah ada multiplier effect terhadap industri di Indonesia atau daerah operasi termasuk di industri penunjang, negara kita ada kemampuan dan kompetensi. Dan ini green pipe pertama di Indonesia, ke depan bisa lebih tinggi kualitasnya atau gradenya itu jadi kewajiban industri penunjang bahwa harus kebawa dengan industri hulu migasnya,” jelas Hudi.

SKK Migas sebagai manajemen operasi KKKS memastikan bahwa industri penunjang bisa beirkan suplai yang baik di suplai hulu migas. OCTG banyak diperlukan untuk kegiatan pemboran. Selain itu, pemboran bakal meningkat jauh per tahunnya demi kejar target produksi.

“Untuk bisa mencapai target 1 juta barel diatas 1.000 sumur dibor artinya banyak butuhkan OCTG kalau ditarik atau suplai dapat dari dalam negeri pasti win-win solution mumpung drilling banyak jadi kesempatan mengangkat industri dalam negeri,” tegas Hudi. (rmn)

Tags: industri hulu migasRainbow Tubulars ManufactureSKK MigasSUNISunindo Pratama

Berita Terkait.

Pengawas
Ekonomi

Dorong Ekspor Daerah, Bea Cukai Bersinergi dengan Berbagai Instansi

Senin, 13 April 2026 - 11:32
Petugas
Ekonomi

Dukung Industri Hasil Tembakau, Bea Cukai Berikan Asistensi ke Pabrik Rokok di Kabupaten Malang

Senin, 13 April 2026 - 11:12
Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara
Ekonomi

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Minggu, 12 April 2026 - 21:01
Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru
Ekonomi

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Minggu, 12 April 2026 - 17:31
Pasar-Murah
Ekonomi

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 April 2026 - 15:08
uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2470 shares
    Share 988 Tweet 618
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.