• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Produksi Tembaga Dunia Defisit tapi Indonesia Surplus dan Batubara Bisa Menjadi Tumpuan Ekonomi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 4 Oktober 2024 - 09:09
in Ekonomi
batu bara

Ilustrasi - Batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap. (ANTARA/HO-PTBA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komoditas tembaga dan batubara dapat menjadi tumpuan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang.

Saat ini ada smelter tembaga yang sudah mulai beroperasi dan diperkirakan mampu memproduksi 1,3 juta ton katoda tembaga, sementara serapan lokal masih minim. Adapun produksi batubara ditargetkan mencapai 922 juta ton di 2024.

BacaJuga:

Jaga Ketahanan Energi Nasional, KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026

Strategi Besar PHR: MNK Disiapkan Jadi Game Changer Energi Nasional

Dari Yogyakarta, PT Taru Martani Ekspor 1.200 Batang Cerutu ke Tailan

Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengatakan, Indonesia mesti memanfaatkan defisit komoditas tembaga global yang terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki strategi untuk mendapatkan keuntungan dari defisit komuditas tembaga itu dengan melakukan ekspor yang bisa mendatangkan pendapatan untuk negara, utamanya mendatangkan investasi yang dapat menyerap produksi katoda tembaga Indonesia yang surplus.

Saat ini kebutuhan domestik akan tembaga hanya mencapai 250 ribu ton per tahun, sementara produksi katoda tembaga akan mencapai 1,3 juta ton per tahun.

“Maka itu perlu strategy atau dorongan dari pemerintah terhadap downstream industry,” ungkap Rachmat, dalam keterangannya, Jumat (4/9/2024).

Ia mengatakan, hilirisasi perusahaan tambang sudah dilakukan dan telah mendukung program pemerintah. Akan sangat disayangkan jika tidak di manfaatkan di dalam negeri.

“Indonesia harus mengambil peluang dari defisit komoditas tembaga di dunia,” kata Rachmat.

Menurutnya, Indonesia akan disegani dunia karena memiliki tiga atau empat cadangan tembaga besar yang berproduksi di masa mendatang. Dengan produksi yang besar saat global sedang defisit, tentu Indonesia memiliki laverage terhadap komuditas ini.

“Dengan potensi tambahan tambang tembaga baru yang berproduksi, maka Indonesia punya peran besar di dunia. Saat ini Indonesia memproduksi sekitar 3-5 persen tembaga dunia dan diyakini dapat mencapai 7-10 persen dalam beberapa tahun mendatang,” bebernya.

Cina masih Pakai Batubara

Sementara itu, Rachmat juga menyoroti soal kebijakan energi bersih yang mengesampingkan peran dari batubara. Padahal, batubara di Indonesia masih bisa dimanfaatkan sampai 500 tahun.

“Dengan penerapan technology yang baik, maka batubara akan menopang ketahanan energi jangka panjang, sambil terus mendorong pertumbuhan energi terbarukan,” tuturnya.

Saat ini Cina masih membangun pembangkit batubara dan memiliki kebijakan penggunaan batubara untuk mendorong perekonomiannya.

“Cina punya perencanaan jangka panjang untuk batubara, kebijakan bertahap untuk mewajibkan penangkapan sulfur, karbon dan sisa pembakaran di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mereka, kenapa kita tidak?,” tuturnya. (rmn)

Tags: batubaraIMAIndonesian Mining AssociationRachmat MakkasauTembaga

Berita Terkait.

kai
Ekonomi

Jaga Ketahanan Energi Nasional, KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026

Kamis, 9 April 2026 - 14:49
pertamina
Ekonomi

Strategi Besar PHR: MNK Disiapkan Jadi Game Changer Energi Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 14:14
bc
Ekonomi

Dari Yogyakarta, PT Taru Martani Ekspor 1.200 Batang Cerutu ke Tailan

Kamis, 9 April 2026 - 13:03
wahana
Ekonomi

Aksi Nyata CSR Wahana Artha Group, 1.500 Paket Sembako dan Donor Darah Berkelanjutan

Kamis, 9 April 2026 - 12:32
pge
Ekonomi

PGE Sabet PROPER Emas Ke-15, Panas Bumi Hadirkan Dampak Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 11:23
umkm
Ekonomi

UMKM Indonesia Go Global lewat Momentum APCS 2026 di Belawan

Kamis, 9 April 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.