• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspada, Usia Muda Tidak Menutup Kemungkinan Terkena Parkinson

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 11 Agustus 2024 - 19:21
in Gaya Hidup
Operasi-DBS

Operasi pemasangan Deep Brain Stimulation (DBS) pada Pasien Parkinson. (ANTARA/HO-Siloam Hospital)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seorang dokter di Tangerang, Banten mengatakan penyakit parkinson umumnya dialami oleh orang berusia di atas 60 tahun namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia lebih muda yang disebabkan aktor genetik dan lingkungan.

“Hingga saat ini, penyebab pasti dari kematian sel – sel saraf ini belum sepenuhnya diketahui, namun kombinasi faktor genetik dan lingkungan diduga berperan dalam perkembangan penyakit ini,” kata Dr. Frandy Susatia yang juga Kepala Departemen Saraf Divisi Parkinson dan Gangguan Gerak Siloam Hospital dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Minggu.

BacaJuga:

BTS Masuk Nominasi “Artist of the Year” di American Music Awards 2026, Siap Ukir Sejarah Lagi

Inovasi Berlanjut, Mirukaku Perkuat Posisi di Industri Kecantikan

Combiphar Kampanye Pentingnya Pemenuhan Zat Besi Bagi Tubuh

Penyakit parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif yang progresif dan mempengaruhi sistem motorik tubuh. Gejala utama yang sering muncul meliputi tremor atau gemetaran, kekakuan otot, bradikinesia atau lambatnya gerakan, serta gangguan postur dan keseimbangan.

Penyakit ini disebabkan oleh kematian sel-sel saraf di substantia nigra, bagian otak yang memproduksi dopamin, neurotransmitter penting yang mengatur gerakan.

“Kurangnya dopamin menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan otot, mengakibatkan kesulitan dalam mengontrol gerakan,” kata Dr. Fandy yang juga bertugas di Siloam Hospital Kebon Jeruk.

Ia menambahkan, Siloam Hospital Kebon Jeruk sebagai salah satu pusat Gangguan Gerakan (Movement Disorder) telah berkolaborasi dengan Medtronic untuk memberikan layanan pengobatan bagi lebih dari 60 implant yang sudah terpasang ke tubuh pasien.

Di tahun ini, Siloam Hospital Kebon Jeruk akan melaksanakan implantasi pertama Percept PC di Indonesia yakni sebuah teknologi mutakhir dari Medtronic.

“Kerja sama ini untuk menandai dekade kesuksesan dalam penerapan DBS Therapy tetapi juga untuk merayakan kemajuan teknologi yang akan membawa manfaat lebih besar bagi pasien parkinson,” ujarnya.

Percept PC adalah perangkat DBS terbaru dari Medtronic yang dilengkapi dengan teknologi BrainSense. Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk mendeteksi dan memantau aktivitas otak secara real-time. Sedangkan BrainSense Technology bekerja dengan cara mendeteksi sinyal listrik otak yang terkait dengan gejala parkinson.

Dengan fitur ini, pasien maupun dokter dapat memantau respons otak terhadap stimulasi secara langsung, memungkinkan penyesuaian yang lebih cepat dan akurat. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan,” kata dr. Petra Wahjoepramono yang merupakan dokter spesialis bedah saraf. (bro)

Tags: Bantendokterpenyakit parkinsonTangerang

Berita Terkait.

bts
Gaya Hidup

BTS Masuk Nominasi “Artist of the Year” di American Music Awards 2026, Siap Ukir Sejarah Lagi

Kamis, 16 April 2026 - 01:15
Kosmetik
Gaya Hidup

Inovasi Berlanjut, Mirukaku Perkuat Posisi di Industri Kecantikan

Kamis, 16 April 2026 - 00:04
Combiphar Kampanye Pentingnya Pemenuhan Zat Besi Bagi Tubuh
Gaya Hidup

Combiphar Kampanye Pentingnya Pemenuhan Zat Besi Bagi Tubuh

Rabu, 15 April 2026 - 09:45
Cinlok Jadi Nyata! Ji Ye Eun dan Vata Resmi Pacaran, Berawal dari Teman Gereja
Gaya Hidup

Cinlok Jadi Nyata! Ji Ye Eun dan Vata Resmi Pacaran, Berawal dari Teman Gereja

Rabu, 15 April 2026 - 07:47
Yoo Jae Suk Tak Masuk Nominasi Baeksang 2026, Picu Kontroversi di Kalangan Penggemar
Gaya Hidup

Yoo Jae Suk Tak Masuk Nominasi Baeksang 2026, Picu Kontroversi di Kalangan Penggemar

Rabu, 15 April 2026 - 06:43
Respons Santai RM BTS “Sudah Menikah”, Bikin ARMY Heboh!
Gaya Hidup

Respons Santai RM BTS “Sudah Menikah”, Bikin ARMY Heboh!

Selasa, 14 April 2026 - 23:59

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2515 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.