• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Kinerja Komdis PSSI Tuai Kritik Selama 2023/2024, Hukuman Absurd

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 10 Juli 2024 - 09:21
in Olahraga
riset-Football-Institute-co

Founder Football Institute Budi Setiawan (kedua dari kiri) dan wartawan senior Erwin Fitriansyah (kiri) memberikan keterangan dan merespons riset Football Institute, di Jakarta, Selasa (9/7/2024). Foto: Dhika Alam Noor/INDOPOS.CO.ID & INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Football Institute menyoroti, hasil putusan Sidang Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indoneia (PSSI) dalam kompetisi sepak bola di Tanah Air. Selama musim 2023/2024 mereka hanya cenderung memberikan satu hukuman saja.

Hal tersebut berdasar hasil riset Football Institute bersamaan selama periode Liga 1, Liga 2, dan EPA musim 2023/24. Riset itu dilakukan sejak Juli 2023 hingga Mei 2024, dengan data yang berasal dari putusan Komdis PSSI, juga data kartu kuning dan merah selama periode itu.

BacaJuga:

Persita vs Arema: Comeback Amunisi Asing Untungkan Singo Edan

PSIM vs PSM: Dikepung Tekanan, Laskar Mataram Bidik Titik Balik di Bantul

Super League Pekan 27: Main Kandang, 3 Besar Diprediksi Poin Penuh

Berdasarkan temuan Football Institute, tercatat selama musim 2023/24, Komdis PSSI lebih banyak memberikan hukuman denda. Di Liga 1, denda ini jadi hukuman yang paling sering diberikan, dengan persentase 61,47 persen.

Hal yang sama berlaku di Liga 2, dengan persentase 60 persen, serta di EPA dengan persentase 57 persen. Tidak cuma itu, Komdis PSSI juga acap memberikan hukuman yang unik.

Misal, di kompetisi Liga 2, dalam laga PSCS Cilacap dan Persekat Tegal, Komdis PSSI pernah memberikan hukuman larangan dua kali menjadi ballboy dan denda sebesar Rp37.500.000 kepada Hexa Try Kusuma.

Kemudian, masih di Liga 2, Komdis PSSI menghukum klub PSDS Deli Serdang dengan hukuman larangan pertandingan tanpa penonton satu kali dan denda Rp225 juta, karena kombinasi rasisme penonton dan lemparan botol ke dalam lapangan.

Nilai denda ini jauh lebih besar dari denda pelanggaran suporter masuk lapangan dengan angka denda Rp15 juta, dan/atau kasus pelemparan botol dari tribune ke lapangan dengan angka denda sebesar Rp10 juta.

Founder Football Institute Budi Setiawan menyebut kinerja Komdis PSSI harus dievaluasi. Apalagi, dalam jajaran kepengurusan federasi, mereka ibaratkan penegak keamanan di federasi, setara Polri di negara Indonesia.

“Ini jadi bagian evaluasi kompetisi musim lalu. Untuk Komdis, mereka itu ibaratkan Kapolri, Kepala BIN, dan Kepala Kejaksaan di PSSI. Ini bukan wajah Erick Thohir, ini wajah konsensus bersama Exco. Absurd ini,” kritik Budi di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Wartawan senior Erwin Fitriansyah berharap, temuan Football Institute ini bisa sampai ke Komdis dan jadi masukan. Sebab, hukuman denda tidak memberikan efek jera.

“Hukuman denda ini tidak efektif, ya, karena terulang terus, daripada didenda terus, karena klub itu tidak peduli baik yang paling banyak duitnya maupun semenjana. Suporternya juga tidak aware klubnya kena denda,” kata Erwin. (dan)

Tags: budi setiawanFootball InstitutePSSIsepak bola

Berita Terkait.

persita
Olahraga

Persita vs Arema: Comeback Amunisi Asing Untungkan Singo Edan

Jumat, 10 April 2026 - 14:14
psm
Olahraga

PSIM vs PSM: Dikepung Tekanan, Laskar Mataram Bidik Titik Balik di Bantul

Jumat, 10 April 2026 - 13:13
bri
Olahraga

Super League Pekan 27: Main Kandang, 3 Besar Diprediksi Poin Penuh

Jumat, 10 April 2026 - 11:11
alex
Olahraga

Hasil Liga Champions: PSG-Atletico Menang dengan Skor Identik

Kamis, 9 April 2026 - 09:09
bayern
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern dan Arsenal Sukses Bungkam Tuan Rumah

Rabu, 8 April 2026 - 09:19
gt
Olahraga

Dihadiri Sean Gelael, Indonesia Incar Talenta Baru di GT World Challenge Asia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.