• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Jatuh ke Terendah Lebih dari Satu Tahun Setelah Inflasi Melambat

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 13 Juli 2023 - 11:19
in Ekonomi
Dollar-AS

Arsip foto - Uang kertas dolar AS terlihat dalam ilustrasi ini diambil 10 Maret 2023. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam lebih dari setahun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah indeks harga konsumen (IHK) AS untuk Juni menunjukkan laju inflasi melambat ke level terendah sejak 2021 menunjukkan Federal Reserve mungkin harus menaikkan suku bunga hanya sekali lagi tahun ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, anjlok 1,19 persen menjadi 100,5220 pada akhir perdagangan, mencapai level terendah dalam lebih dari setahun, yang juga merupakan persentase penurunan harian terbesar sejak awal Februari.

BacaJuga:

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Ribuan Baju Boneka dari Bantul Berlayar ke Negeri Paman Sam

PLN EPI Gandeng Mitra, Sorgum Didorong Jadi Solusi Co-Firing Masa Depan

Inflasi tahunan AS melambat menjadi 3,0 persen bulan lalu, laju tahunan terkecil sejak Maret 2021, menurut IHK terbaru yang dirilis Rabu (12/7/2023) oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, turun menjadi 4,8 persen per tahun, di bawah proyeksi konsensus sebesar 5,0 persen.

“Dolar dilanda aksi jual secara menyeluruh setelah laporan inflasi AS yang lemah hari ini meningkatkan taruhan bahwa siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve akan segera berakhir,” kata Matthew Ryan, kepala strategi pasar di perusahaan jasa keuangan global Ebury seperti dikutip dari Antara, Kamis (13/7/2023).

Namun, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Thomas Barkin mengatakan mundur terlalu cepat pada suku bunga akan mengharuskan Fed melakukan lebih banyak lagi di masa depan, karena tingkat inflasi AS masih terlalu tinggi.

Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve Minneapolis, juga mengatakan bahwa bank harus siap menghadapi inflasi yang mengakar.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1137 dolar AS dari 1,0999 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2991 dolar AS dari 1,2928 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS turun menjadi 1,3192 dolar Kanada dari 1,3239 dolar Kanada pada akhir perdagangan New York, setelah Bank Sentral Kanada menaikkan suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin menjadi 5,0 persen pada Rabu (12/7/2023) melanjutkan kenaikan suku bunga pada Juni.

Dolar AS dibeli 138,3180 yen Jepang, lebih rendah dari 140,4630 yen Jepang pada sesi sebelumnya.

Greenback juga mencapai level terendah terhadap franc Swiss sejak awal 2015, karena turun menjadi 0,8670 franc Swiss dari 0,8799 franc Swiss pada Rabu (12/7/2023), dan turun menjadi 10,3800 krona Swedia dari 10,6696 krona Swedia.(mg1)

Tags: dolar ASInflasi

Berita Terkait.

Hampir 49 Ribu Kendaraan Lewat, Tol Japek II Selatan Efektif Pecah Arus Balik
Ekonomi

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:06
Bagy-Play-Set
Ekonomi

Ribuan Baju Boneka dari Bantul Berlayar ke Negeri Paman Sam

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:39
Sorgum
Ekonomi

PLN EPI Gandeng Mitra, Sorgum Didorong Jadi Solusi Co-Firing Masa Depan

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:18
Serambi-MyPertamina
Ekonomi

Serambi MyPertamina Jadi Oase Gratis di Tengah Ramainya Libur Lebaran

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:54
DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Ekonomi

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 02:21
Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor
Ekonomi

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:26

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1233 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.