• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pihak Bertikai di Sudan Didesak untuk Kembali Berunding

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 26 April 2023 - 19:24
in Internasional
Rakyat Sudan menggelar protes di jalan guna menuntut Dewan Peralihan Militer (MTC) menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. Anadolu Agency

Rakyat Sudan menggelar protes di jalan guna menuntut Dewan Peralihan Militer (MTC) menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. Anadolu Agency

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (25/4), menyerukan kepada anggota Dewan Keamanan dan anggota lainnya PBB serta organisasi regional untuk menekan pihak-pihak berkonflik di Sudan untuk menurunkan ketegangan dan “kembali ke meja perundingan” secepatnya.

Berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB, Guterres mengatakan “pihak berkonflik (di Sudan) harus menghormati gencatan senjata selama 72 jam yang dimediasi Amerika Serikat dan bersama-sama menghentikan permusuhan secara permanen.”

BacaJuga:

Sambut Gencatan Senjata AS – Iran, PBB Desak Kepatuhan pada Hukum Internasional

Iran Setujui Gencatan Senjata 14 Hari, Aragachi Pastikan Akses Pelayaran Aman Selat Hormuz

10 Poin Gencatan Senjata AS-Iran selama Dua Pekan, Ini Daftarnya

Guterres menekankan “kewajiban” para pemimpin Sudan untuk “menempatkan kepentingan rakyat mereka di depan dan yang utama.”

“Konflik ini tidak akan, dan tidak boleh, diselesaikan di medan perang — bersama jasad warga Sudan,” kata dia, seperti dilansir Antara, Rabu (26/4).

“Warga Sudan telah menyatakan keinginan mereka dengan jelas. Mereka menginginkan keamanan dan pemulihan pemerintahan sipil melalui transisi menuju demokrasi,” tambahnya.

Guterres mengatakan kekerasan dan kekacauan selama 10 hari terakhir di Sudan telah “memilukan”. Dia menambahkan perang yang berkepanjangan dan dalam skala besar tak tertahankan untuk dilalui.”

Menekankan bahwa Sudan berbatasan dengan tujuh negara, yang semuanya telah mengalami konflik dan kerusuhan sipil, Guterres mengatakan “Sudan adalah pintu gerbang menuju Sahel, di mana ketidakamanan dan ketidakstabilan politik telah membuat situasi bencana kemanusiaan lebih buruk.”

Sahel adalah sebuah wilayah di Afrika yang didefinisikan sebagai wilayah transisi eko-klimatik dan bio-geografis antara Sahara ke utara dan sabana Sudan ke selatan.

“Perebutan kekuasaan di Sudan tidak hanya menempatkan masa depan negara itu dalam risiko, namun juga menyalakan ‘sumbu api’ yang dapat meledak melintasi perbatasan hingga dapat menyebabkan penderitaan luar biasa selama bertahun-tahun dan membuat pembangunan mundur selama beberapa dekade,” terang Guterres.

Ia lebih lanjut menekankan “pertempuran harus segera dihentikan” dan menekankan perlunya “segala daya upaya untuk mencapai perdamaian.”

“Saya menyerukan kepada pihak yang berkonflik, kepada Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Daglo ‘Hemedti,’ dan Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat untuk membungkam senjata mereka,” ucap Guterres.

Terkait konflik yang pecah di Sudan antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dengan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) pada 15 April, Amerika Serikat mengumumkan pada Senin bahwa pihak yang berperang telah setuju untuk melaksanakan gencatan senjata tiga hari untuk mencegah kekerasan meningkat di negara Afrika Utara itu.

Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Sudan Volkher Perthes mengatakan bahwa “gencatan senjata sementara sepertinya sejauh ini bertahan di beberapa bagian”. Dia menambahkan “masih ada laporan mengenai tembakan sporadis serta laporan mengenai relokasi pasukan”.

“SAF dan RSF saling menuduh telah melanggar gencatan senjata,” ujar Perthes.

Pada Selasa pagi, setidaknya 427 orang dilaporkan tewas dan 3.700 lainnya terluka di Sudan, menurut Perthes.

Perthes mengatakan bahwa hampir 1.200 orang, termasuk 744 staf PBB dan kerabat mereka, staf lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kerabat mereka, serta staf diplomatik dari beberapa kedutaan besar direlokasi ke Port Sudan dari ibukota Khartoum.

“Kedua pihak yang berperang, bertempur dengan mengabaikan norma hukum dan perang, tanpa pandang bulu menyerang wilayah padat penduduk, rumah sakit, pertokoan dan mobil warga sipil yang mengantar orang-orang yang sakit, terluka, dan orang tua,” kata Perthes, yang juga menyebut bahwa pelanggaran itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Saya mendesak kedua pihak untuk tunduk atas kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional dan memastikan perlindungan bagi warga dan infrastruktur sipil. Warga sipil harus diberikan jalur aman untuk meninggalkan wilayah aktif perang dan mengakses pasokan,” sambungnya. (mg1)

Sumber: Anadolu

Tags: konflikpbbSekjen PBBSudan

Berita Terkait.

guterres
Internasional

Sambut Gencatan Senjata AS – Iran, PBB Desak Kepatuhan pada Hukum Internasional

Rabu, 8 April 2026 - 16:06
bendera iran
Internasional

Iran Setujui Gencatan Senjata 14 Hari, Aragachi Pastikan Akses Pelayaran Aman Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 14:14
hormus
Internasional

10 Poin Gencatan Senjata AS-Iran selama Dua Pekan, Ini Daftarnya

Rabu, 8 April 2026 - 11:11
haji
Internasional

Menhaj Pastikan Haji 2026 Tetap Normal, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 23:13
jet
Internasional

Iran Tuduh Operasi Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Pencurian Uranium

Selasa, 7 April 2026 - 06:06
dmitry
Internasional

Rusia Kecam Ultimatum Trump ke Iran: Bahaya Meluas!

Senin, 6 April 2026 - 23:33

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.