• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Diprotes Pecinta Lingkungan, Brazil Tenggelamkan Kapal Induk

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 5 Februari 2023 - 06:06
in Internasional
brazil

Jet tempur Angkatan Laut Prancis Rafale terlihat di kapal induk Charles de Gaulle. Foto : Antara/Reuters/Feline Lim

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Angkatan Laut Brasil memutuskan untuk menenggelamkan sebuah kapal induk yang dinonaktifkan di Samudra Atlantik di lepas pantai timur laut meski ditentang para pecinta lingkungan karena kapal buatan Prancis pada 1960-an yang berkarat itu akan mencemari perairan dan rantai makanan laut.

Kapal induk seberat 32.000 ton itu telah mengapung di lepas pantai selama tiga bulan sejak Turki menolak kapal itu memasuki wilayah mereka untuk dipotong di sana karena membahayakan lingkungan dan kapal ditarik kembali ke Brasil.

BacaJuga:

Usai Bertemu di Istana Negara, Prabowo Antar Langsung Kepulangan Anwar Ibrahim ke Halim Naik Satu Kendaraan

Balas AS, Iran Ajukan Syarat dan Tuntutan untuk Akhiri Perang

Dijadwalkan Bertemu di Jakarta, Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Bahas Krisis di Timur Tengah

Kapal induk itu ditenggelamkan dalam “penenggelaman yang direncanakan dan dikendalikan” pada Jumat malam, kata Angkatan Laut dalam sebuah pernyataan. Penenggelaman itu bertujuan untuk “menghindari kerugian logistik, operasional, lingkungan, dan ekonomi bagi negara Brasil.”

Kapal Sao Paulo tenggelam di perairan yurisdiksi Brasil 350 kilometer (217 mil) lepas pantai di kedalaman laut 5.000 meter, lokasi yang dipilih untuk mengurangi dampak terhadap penangkapan ikan dan ekosistem, kata Angkatan Laut.

Jaksa Penuntut Umum Federal dan Greenpeace telah meminta Pemerintah Brasil untuk menghentikan penenggelaman itu, karena kapal tersebut “beracun” dan berbahaya, termasuk sembilan ton asbes yang digunakan dalam kapal.

Kapal induk kelas Clemenceau itu pernah melayani Angkatan Laut Prancis selama empat dekade sebagai Foch, yang mampu membawa 40 pesawat tempur.

Pakar pertahanan dan mantan staf kongres kebijakan luar negeri Pepe Rezende mengatakan kapal induk itu dibeli oleh Angkatan Laut Brasil hanya seharga 12 juta dolar AS (Rp181 miliar) pada 1998 tetapi membutuhkan perbaikan sebesar 80 juta dolar AS (Rp1.2 triliun) yang tidak pernah dilakukan.

Setelah kapal induk dinonaktifkan, perusahaan daur ulang laut asal Turki Sk Denizcilik Tic Sti membeli kapal tersebut seharga 10,5 juta dolar AS (Rp158 miliar), tetapi harus menariknya kembali melintasi Atlantik, tapi otoritas Turki melarang masuk ke galangan kapalnya.

Angkatan Laut Brasil mengatakan telah meminta perusahaan untuk memperbaiki kapal induk di galangan kapal Brasil, tetapi setelah pemeriksaan menunjukkan kapal itu kemasukan air dan berisiko tenggelam,

Angkatan Laut melarang kapal tersebut memasuki pelabuhan Brasil dan kemudian memutuskan untuk menenggelamkan Sao Paulo di laut lepas seperti dikutip Reuters melalui Antara.

Perwakilan hukum perusahaan di Brasil, Zilan Costa e Silva, mengatakan bahwa pembuangan kapal induk tersebut merupakan tanggung jawab negara Brasil berdasarkan Konvensi Basel 1989 tentang perpindahan lintas batas limbah berbahaya. (aro)

Tags: Brazilkapal indukmiliter

Berita Terkait.

Arus Balik Diprediksi Menggumpal di Akhir Pekan, Pemudik Diminta Cerdas Atur Waktu
Internasional

Usai Bertemu di Istana Negara, Prabowo Antar Langsung Kepulangan Anwar Ibrahim ke Halim Naik Satu Kendaraan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:31
bendera
Internasional

Balas AS, Iran Ajukan Syarat dan Tuntutan untuk Akhiri Perang

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:12
Dampak
Internasional

Dijadwalkan Bertemu di Jakarta, Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Bahas Krisis di Timur Tengah

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:09
Tim-Penyelamat
Internasional

Solidaritas Rakyat Indonesia Wujud Aksi Dukungan Masyarakat Iran Hadapi Konflik

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:12
China Dukung Upaya Pakistan Fasilitasi Dialog Damai AS-Iran
Internasional

China Dukung Upaya Pakistan Fasilitasi Dialog Damai AS-Iran

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:51
Bendera-Iran
Internasional

Iran lebih Percaya Vance Daripada Witkoff dan Kushner Untuk Dialog

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:37

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1229 shares
    Share 492 Tweet 307
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.