• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Melemah Tipis Seiring Tingginya Permintaan Obligasi Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 25 Januari 2023 - 10:30
in Ekonomi
Menghitung-Mata-Uang-Dollar

Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga/tom/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah tipis seiring dengan tingginya permintaan obligasi Pemerintah Indonesia.

Rupiah pagi ini dibuka turun 42 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.930 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.888 per USD.

BacaJuga:

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

RUPST OCBC: Laba Rp5,06 Triliun, Transaksi Digital Tembus Rp1.500 Triliun

Dorong Ekonomi Hijau, PTSI-ICDX Bangun Ekosistem REC yang Transparan

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas,” ujar Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (25/1).

Lukman menilai sentimen rupiah masih sangat positif, tercermin dari tingginya permintaan obligasi Pemerintah Indonesia sehingga membawa imbal hasil (yield) obligasi 10-tahun ke level terendah sejak Maret 2022, yang mana saat ini berada di level 6,62 persen.

Tingginya permintaan obligasi Pemerintah Indonesia dipengaruhi oleh sentimen positif investor akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di tengah perlambatan dan resesi global.

Pergerakan rupiah utamanya juga didukung oleh revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang akan menguatkan rupiah ke depannya dalam jangka panjang.

Pemerintah Indonesia akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam agar selaras dengan pertumbuhan ekspor dengan cadangan devisa. Revisi aturan DHE diyakini dapat meningkatkan cadangan devisa nasional.

Berdasarkan PP Nomor 1/2019, hanya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, yang diwajibkan mengisi cadangan devisa dalam negeri. Selain menambah sektor komoditas ekspor, pemerintah juga akan meninjau lebih jauh terkait besaran jumlah yang harus masuk dalam cadangan devisa.

Selain itu Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp14,8 triliun pada periode 16-19 Januari 2023, yang mayoritas masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Di sisi lain premi risiko investasi (Credit Default Swap/CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 87,21 basis poin (bps) per 19 Januari 2023 dari 86,08 basis poin (bps) per 13 Januari 2023.

Namun, menurut Lukman, investor diperkirakan masih akan menunggu menjelang rilis data penting Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal IV 2022 dan inflasi Indeks Harga Belanja Konsumsi Perorangan (Personal Consumption Expenditures/PCE).

Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini bergerak di kisaran Rp14.800 hingga Rp15.000 per dolar AS.

Pada Selasa (24/1) rupiah ditutup naik tajam 188 poin atau 1,24 persen ke posisi Rp14.888 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (20/1) Rp15.075 per USD. (mg1)

Tags: nilai tukar rupiahobligasirupiah

Berita Terkait.

SMBC
Ekonomi

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 9 April 2026 - 19:41
RPUST
Ekonomi

RUPST OCBC: Laba Rp5,06 Triliun, Transaksi Digital Tembus Rp1.500 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 19:21
TIC
Ekonomi

Dorong Ekonomi Hijau, PTSI-ICDX Bangun Ekosistem REC yang Transparan

Kamis, 9 April 2026 - 18:20
Fesyen
Ekonomi

LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana Modern

Kamis, 9 April 2026 - 18:00
Menkop
Ekonomi

Menkop Resmikan Operasional Kopdes Merah Putih di Atuka Papua Tengah, sebagai Pelopor Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 16:48
bri
Ekonomi

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia dalam Daftar “Global 500 2026” Versi Brand Finance, Corporate Rebranding Jadi Kunci Penguatan Posisi di Panggung Global

Kamis, 9 April 2026 - 16:18

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.