• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Maroko Sambut Pahlawan Mereka Meski Final Piala Dunia Tinggal Mimpi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 15 Desember 2022 - 12:40
in Olahraga
maroko

Para warga di Rabat, Maroko, melakukan selebrasi setelah menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2022 antara Maroko melawan Prancis, Rabu (14/12/2022). AFP/Fadel Senna

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Warga Maroko pada Rabu (14/12) menyambut pencapaian bersejarah tim nasional mereka di Piala Dunia 2021 Qatar meski harus takluk 0-2 dari juara bertahan Prancis pada laga semifinal.

“Mereka bermain sangat baik tapi keberuntungan tidak berada pada pihak kami,” kata seorang pendukung Oussama Abdouh di Casablanca seperti dilansir AFP.

BacaJuga:

Patrick Kluivert Kembali Tersandung, Kini Gagal Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026

Italia-Denmark Mengamuk, Ini Hasil Lengkap Playoff Piala Dunia Zona Eropa

Masuk Timnas Bareng Audero-Paes, Kiper PSIM Ini Punya Target Tak Biasa

“Meski demikian, kami menghadapi dengan gagah sang juara bertahan, itu luar biasa. Di luar Piala Dunia, tim ini membuat kami terus bermimpi, dan oleh karena itu, saya angkat topi untuk mereka,” sambungnya, dikutip dari Antara, Kamis (15/12).

Sementara itu, bagi Hakim Salama, kekalahan 0-2 dari Prancis itu terlalu berat.

“Kami melewatkan kesempatan terbaik yang ada pada abad ini,” kata dia.

Hujan menerpa ibukota Rabat pada Rabu (14/12) malam dan atmosfer di sana jauh dari kegembiraan atas kemenangan bersejarah yang membawa Si Singa Atlas selangkah lagi ke final Piala Dunia. Mereka menjadi tim Afrika dan Arab pertama yang mencapai titik sejauh ini di pentas dunia.

Kali ini jalanan sunyi tiada suara klakson mobil dan tabuh-tabuhan.

“Timnas telah membuat keajaiban sejak awal Piala Dunia,” kata Rachid Sabbiq, seorang pedagang di distrik Derb Sultan, Casablanca, sebelum laga.

“Tidak masalah apakah mereka menang atau kalah, mereka telah memenangi rasa hormat dan kekaguman dari semua warga Maroko, dan itu tidak ada bandingannya,” kata dia.

Sabbiq yang biasa berjualan cemilan manis mengganti dagangannya menjadi bendera Maroko.

Meski negaranya kalah, pemimpin Maroko Raja Mohammed VI mengirim ucapan “selamat yang hangat” kepada seluruh timnas mereka karena telah “memuliakan rakyat Maroko”, demikian seperti dilansir kantor berita setempat MAP.

Sang raja juga mengucapkan selamat kepada presiden Prancis Emmanuel Macron lewat telefon pascapertandingan.

“Mereka membuat kami bermimpi”

Salah satu lingkungan tertua di Casablanca, Derb Sultan merupakan benteng perlawanan terhadap otoritas kolonial ketika kerajaan Afrika Utara itu menjadi protektorat Prancis dari tahun 1912 hingga 1956.

Dia juga tempat berdirinya salah satu tim top Maroko, Raja de Casablanca, yang melahirkan striker legendaris Mohamed Jarir (alias Houmane), yang pada 1970 menjadi orang Maroko pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.

“Di lingkungan ini, kami mencintai sepak bola, jadi tentunya kemenangan tim nasional membuat kami bermimpi,” kata seorang pemuda bernama Mohamed Nadifi yang mengidolakan pemain sayap Sofiane Boufal.

Kiprah timnas di Piala Dunia juga telah menggerakkan ekonomi di Maroko di mana toko-toko kini banyak yang menjual jersey dan bendera negara mereka.

“Sang Singa tidak hanya membuat kami senang tapi juga membuat bisnis berjalan lagi” di tengah kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar warga Maroko, kata seorang pedagang Khalid Alaoui.

Touria Matrogui memberanikan diri menerjang hujan deras untuk membeli jersey kebesaran timnas Maroko bagi keempat keponakannya.

“Mereka telah mengibarkan tinggi bendera Maroko, dan oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada mereka,” ucap dia.
Dukungan internasional

Kesuksesan timnas Maroko juga mendapat dukungan dari berbagai belahan benua.

“Maroko telah membuat seluruh benua ini bangga,” kata Sidibey Zoumana, asal Pantai Gading, yang telah tinggal di negara itu sejak 2018.

“Saya telah menyaksikan kemajuan mereka seolah-olah itu adalah negara saya sendiri.”

Dari Gaza ke Senegal, kesuksesan timnas itu telah mentransformasi wajah dari Maroko.

“Mereka membuktikan bahwa tim Afrika bisa maju dan benar-benar bersaing,” ujar Said Mohssine (48) seusai pertandingan.

Bagi yang lain, laga itu sedikit berbau politik, karena datang di tengah pertikaian diplomatik antara Paris dan Rabat atas masalah Sahara Barat yang selalu diperdebatkan.

Beberapa penggemar sangat kecewa, karena maskapai nasional Royal Air Maroc terpaksa membatalkan penerbangan tambahan untuk para fan ke Qatar hanya beberapa jam setelah mengumumkannya.

Mereka yang sudah tiba di negara Teluk itu juga tidak mendapat tiket yang telah dijanjikan kepada mereka.

Beberapa menuduh staf federasi sepak bola Maroko membagikan tiket yang dimaksud kepada teman dan keluarga mereka. (mg1)

Tags: Piala Dunia 2022qatarTimnas Maroko

Berita Terkait.

PK
Olahraga

Patrick Kluivert Kembali Tersandung, Kini Gagal Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:26
Lewi
Olahraga

Italia-Denmark Mengamuk, Ini Hasil Lengkap Playoff Piala Dunia Zona Eropa

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:25
DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Olahraga

Masuk Timnas Bareng Audero-Paes, Kiper PSIM Ini Punya Target Tak Biasa

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:43
Dipanggil Timnas, Hodak Dorong Duo Persib Tampil Percaya Diri di FIFA Series
Olahraga

Dipanggil Timnas, Hodak Dorong Duo Persib Tampil Percaya Diri di FIFA Series

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:09
SBN
Olahraga

Bukan Sekedar Olahraga, Ketua DPD RI: Sepak Bola Itu Bentuk Diplomasi Tertinggi

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:24
Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Olahraga

Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1210 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.