• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Daftar Olahraga yang Cocok untuk Manula

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 8 Oktober 2022 - 06:30
in Gaya Hidup
Ilustrasi. Foto: Antara

Ilustrasi. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Meski usia sudah senja, olahraga tetap disarankan untuk para lansia demi kualitas hidup dan mencerahkan suasana hati. Namun, perlu diingat kondisi fisik lansia yang membuat tidak sembarang olahraga bisa dilakukan.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Sport Medicine, Injury & Recovery Center RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, dalam siaran pers, Jumat (7/10), menjelaskan sejumlah olahraga yang cocok untuk para lansia.

BacaJuga:

Park Jin Hee Terguncang oleh Pernyataan Tak Terduga Chun Hee Joo dalam Drama “Pearl in Red”

TikTok Viral Soroti Standar Kecantikan Korea yang Dianggap Terlalu Ekstrem

Mantan anggota LE SSERAFIM, Kim Garam, resmi membuka kanal YouTube pribadinya.

Apa saja pilihan olahraga yang cocok?

Berjalan
Aktivitas ini dapat menambah stamina, membakar kalori berlebih, dan menguatkan jantung. Jarak berjalan tidak perlu terlalu jauh dan durasi pun tidak perlu terlalu lama, yang penting dilakukan secara rutin 30 menit per hari.

Bersepeda
Olahraga yang termasuk jenis kardio ini juga mampu menjaga kesehatan jantung. Jangan lupa atur sadel dan stang sepeda sesuai dengan tubuh Anda untuk meminimalisir terjadinya cedera.

Berdansa
Melakukan gerakan dansa sambil diiringi musik atau lagu kesenangan tentu menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Tak hanya itu, ternyata berdansa juga baik untuk menjaga kebugaran dan keseimbangan tubuh.

Berenang
Olahraga ini termasuk jenis low impact dengan berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh para lansia. Rutin berenang dapat membantu menguatkan otot dan sendi, membuat tubuh lebih rileks, meningkatkan kualitas tidur, membantu mengatasi kondisi radang sendi (osteoarthtritis), saraf terjepit, atau low back pain. melancarkan aliran darah, serta baik untuk kesehatan jantung, otak, dan paru-paru.

Pilates
Olahraga ini membantu melatih pernapasan, menargetkan pada otot-otot tubuh yang lebih kecil dan lebih dalam. Selain itu, latihan ini juga mendukung persendian dengan menyeimbangkan kekuatan, mobilitas, dan fleksibilitas. Pilates juga mampu membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mengurasi risiko terjadinya osteoporosis pada wanita pasca-menopause serta membantu memperbaiki postur tubuh pada lansia.

Yoga
Yoga merupakan jenis olahraga yang bertujuan untuk melatih fokus pikiran dan pernapasan. Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, yoga juga baik untuk kesehatan mental para lansia sehingga dapat mengurangi risiko stres atau bahkan depresi.

Tai chi
Sekilas, gerakan tai chi hampir serupa dengan senam biasa, hanya saja memiliki ritme yang lebih lambat. Olahraga ini baik untuk meningkatkan kelenturan, keseimbangan, dan kekuatan tubuh

Risiko cedera
Meskipun misalkan masih boleh melakukan olahraga favorit semasa muda oleh dokter, perlu diingat bahwa ketika memasuki usia lanjut, secara alami akan terjadi perubahan pada otot, tulang, dan sendi.

Menurunnya kepadatan tulang menyebabkan risiko cedera tulang jadi lebih besar. Pada usia lanjut, proses pemulihan dan perbaikan sel mungkin tidak secepat sebelumnya.

Belum lagi, adanya penurunan massa tulang dan otot, menipisnya struktur penunjang sendi, serta menurunnya kelenturan struktur tubuh rentan menyebabkan cedera olahraga.

Maka, lansia harus berhati-hati saat olahraga untuk menghindari risiko cedera yang mungkin terjadi. Andi menjelaskan, risiko cedera olahraga pada lansia meliputi patah tulang, ini bisa terjadi ketika melakukan olahraga high impact atau terjadi cedera karena trauma, misalnya ketika jatuh dari sepeda. Patah tulang berisiko di usia lanjut karena kepadatan tulang menurun pada lansia.

Risiko cedera lainnya adalah low back pain yang disebabkan mengangkat benda terlalu berat atau posisi tubuh yang kurang tepat ketika berolahraga. Adanya proses degeneratif pada bantalan tulang belakang dan riwayat saraf terjepit juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan ini.

Selain itu, lansia juga berisiko mengalami rotator cuff, yakni robekan bantalan sendi bahu yang biasa terjadi pada orang yang kerap berolahraga golf atau yang banyak menggunakan sendi bahu dalam kegiatan sehari-hari.

Robekan pada struktur lutut juga bisa terjadi dan lebih berisiko pada lansia dengan berat badan berlebih.Cedera lutut, adanya robekan pada ligamen maupun meniskus yang menunjang kestabilan lutut, dapat terjadi ketika terlalu banyak naik turun tangga, mendarat dalam posisi yang kurang tepat setelah melompat, berputar terlalu cepat, maupun adanya beban yang diberikan secara tiba-tiba saat kedua kaki menapak tanah.

Andi menjelaskan penanganan cedera olahraga yang membutuhkan tindakan operasi biasanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis bedah ortopedi konsultan sports injury dan arthtroskopi.

Dokter akan menggunakan teknik minimal invasive dengan sayatan minimal, sehingga lansia dapat pulih lebih cepat dibandingkan dengan operasi konvensional. Setelah tindakan operatif dijalani, lakukan program recovery hingga tuntas, untuk meminimalisir risiko kekambuhan di kemudian hari.

Sementara itu, untuk menangani cedera yang tidak memerlukan operasi, serta upaya proses pemulihan pasca operasi, dokter spesialis kedokteran olahraga akan melakukan evaluasi untuk kemudian merancang program recovery yang sesuai dengan kondisi lansia. (bro)

Tags: kesehatanmanulaolahraga

Berita Terkait.

Park-Jin-Hee
Gaya Hidup

Park Jin Hee Terguncang oleh Pernyataan Tak Terduga Chun Hee Joo dalam Drama “Pearl in Red”

Senin, 16 Maret 2026 - 18:03
Jisoo
Gaya Hidup

TikTok Viral Soroti Standar Kecantikan Korea yang Dianggap Terlalu Ekstrem

Senin, 16 Maret 2026 - 17:02
Kim-Garam
Gaya Hidup

Mantan anggota LE SSERAFIM, Kim Garam, resmi membuka kanal YouTube pribadinya.

Senin, 16 Maret 2026 - 14:49
5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag
Gaya Hidup

5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

Senin, 16 Maret 2026 - 13:48
Film
Gaya Hidup

Film Keluarga “Pelangi di Mars” Tayang 18 Maret, Hadirkan Petualangan Sci-Fi Anak Indonesia

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:40
rakhano
Gaya Hidup

Rakhano Rilis Remake “Ruang Rindu” Milik Letto

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:05

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • BPN Banten Serahkan Sertifikat PTSL 2026 Secara Door to Door di Mancak

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Reaksi Tak Terduga Staf HYBE terhadap Truk Protes Heeseung Eks ENHYPEN Picu Harapan

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Api Diduga Berasal dari Pabrik Kerupuk, 10 Rumah di Bintaro Permai Ludes Terbakar

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.