• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kementan Gencarkan Penggunaan Bahan Organik

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 19 September 2022 - 19:04
in Ekonomi
Ilustrasi. Foto: pustaka.setjen.pertanian.go.id

Ilustrasi. Foto: pustaka.setjen.pertanian.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakan penggunaan bahan organik untuk pembangunan pertanian berkelanjutan sehingga pertanian terus berproduksi walau dihadapkan tantangan perubahan iklim ekstrem global dan lainnya. Salah satunya dengan mengajarkan pembuatan asam humat dari eceng gondok untuk menyehatkan dan perlindungan tanaman secara alami.

Sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi pada masyarakat petani, Kementan menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani dengan topik Pembuatan Asam Humat dan Aplikasinya pada Tanaman Kedelai yang diselenggarakan di Pusat Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Tani Makmur Desa Gedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (19/9/2022).

BacaJuga:

Harga Minyak Dunia Melonjak, DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Langkah Cepat Jaga Ekonomi

Selama Libur Lebaran, Whoosh Berhasil Jual 293.000 Tiket

Monas Bergelora, Bazar “Istana untuk Rakyat” Dongkrak Ekonomi UMKM Pascalebaran

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan sosialisasi atau bimtek ini bertujuan meningkatkan Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya pertanian tanaman pangan dengan berbagai solusi yaitu penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, mengurangi bahan-bahan pestisida kimia dan lain sebagainya. Ini untuk diterapkan di kondisi saat ini dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas, sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.

“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ini perlu diterapkan secara masif di daerah-daerah karena ini dapat menjadi solusi di tengah kesulitan-kesulitan yang ada, dan diharapkan kepada para pakar untuk dapat mendampingi. Juga dapat memberikan ilmu dan pengetahuannya terkait penggunaan bahan-bahan organik yang baik dan ramah lingkungan kepada kita semua untuk mensukseskan gerakan ini,” jelasnya.

“Pengelolaan OPT (organisme pengganggu tanaman) berbasis ramah lingkungan juga perlu disosialisasikan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah, melestarikan dan menjaga keseimbangan agroekosistem, meningkatkan produksi pertanian yang aman konsumsi, menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi atau meminimalkan input saprodi kimia sintetik,” tambahnya.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah menyelenggarakan festival yang turut mendukung program budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Salah satu bentuk budidaya tanaman yang ramah lingkungan adalah dengan pemanfaatan bahan-bahan organik dalam setiap proses budidayanya, diantaranya melalui pemanfaatan asam humat sebagai suplemen hara yang dapat memperbaiki kesuburan tanah dan saat ini banyak dilakukan karena bahan-bahannya sangat mudah didapatkan disekitar kita dan mudah cara pembuatannya.

“Asam humat ini sangat penting untuk menyehatkan tanah. Fungsinya sebagai decomposer dan untuk meningkatkan kapasitas karion tanah, yaitu kemampuan dari tanah untuk menyiapkan hara yang dihasilkan di dalam tanah. Petugas OPT dan seluruh binaan akan terus berupaya berinovasi dan mengembangkan bahan yang ramah lingkungan untuk digunakan di tanaman pangan kita,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Nuryo mengatakan, Banyuwangi terkenal dengan kegiatan festivalnya, diantaranya festival padi dan festival Agro Wisata Taman Suro. Dalam festival padi ini, Petugas OPT dan penyuluh banyak berkontribusi dengan membuat demplot bagaimana budidaya padi yang ramah lingkungan melalui penggunaan agen hayati dan pupuk organik serta pemanfaatan tanaman refugia.

“Tidak hanya itu, baru-baru ini Bupati Banyuwangi juga telah merilis inovasi SOBAT HAYATI yaitu solusi hebat dengan pemanfataan agen hayati dan LESTI SYANTIK, lestarikan Tyto Alba si pemangsa tikus. Mudah mudahan dengan dua inovasi ini bisa menjadi salah satu cara untuk membantu para petani kembali ke pertanian organik. Dengan begitu, diharapkan produk petani yang dihasilkan bisa tersertifikasi,” ucap dia.

Adapun praktek pembuatan asam humat dipandu oleh Petugas OPT Kecamatan Tegaldlimo, Chintya I Sitomorang. Bahan yang digunakan adalah eceng gondok, bakteri E4 dan molase atau sering dikenal sebagai tetes tebu. Ketiga bahan ini sangat mudah didapat dan digunakan dengan cara pembuatannya yaitu mencincang halus eceng gondok terlebih dahulu.

Kemudian, lanjut Chintya, dicampurkan dengan air. Untuk 100 liter air, dibutuhkan 50 eceng gondok yang sudah dicincang halus, 2 liter E4 dan molase atau tetes tebu. Setelah itu diaduk rata sehingga tercampur. Untuk fermentasi asam humat ini membutuhkan waktu 3-4 minggu hingga menghasilkan warna kecoklatan.

“Setelah diaduk, bahan yang sudah tercampur ditutup menggunakan plastik dengan rapat dan didiamkan selama 3 sampai 4 minggu. Bahan-bahan ini harus diaduk 3 sampai 4 hari sekali karena mengandung gas,” jelasnya. (nas)

Tags: bahan organikKementanpertanian

Berita Terkait.

kapal
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak, DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Langkah Cepat Jaga Ekonomi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:14
Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata
Ekonomi

Selama Libur Lebaran, Whoosh Berhasil Jual 293.000 Tiket

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:29
Monas Bergelora, Bazar “Istana untuk Rakyat” Dongkrak Ekonomi UMKM Pascalebaran
Ekonomi

Monas Bergelora, Bazar “Istana untuk Rakyat” Dongkrak Ekonomi UMKM Pascalebaran

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:29
PHM Percepat Proyek Manpatu, Siap Dongkrak Produksi Gas dan Kondensat
Ekonomi

PHM Percepat Proyek Manpatu, Siap Dongkrak Produksi Gas dan Kondensat

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:41
Festival Penuh Makna, United Tractors Hadirkan Ruang Kolaborasi dan Kepedulian
Ekonomi

Festival Penuh Makna, United Tractors Hadirkan Ruang Kolaborasi dan Kepedulian

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:14
wo
Ekonomi

Gelar Ratas Bersama 15 Menteri, Prabowo Bahas Strategi Ekonomi dan Energi di Tengah Dinamika Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:04

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Terungkap, Ini Penyebab Mohamed Salah Umumkan Hengkang dari Liverpool Lebih Cepat

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.