INDOPOSCO.ID – Di tengah kesibukannya menjadi ‘Panglima’ baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tanah Jawara, yakni, sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, DR Ir Moch Tranggona M.Sc menyempatkan diri menerima wartawan INDOPOS di ruangan kerjanya.Lantas ia bercerita suka dan duka menjadi abdi negara, hinga ditunjuk menjadi Pj Sekda oleh Pj Gubenur Banten Al Muktabar. Seperti apa?.
Berbagai cerita menarik seorang ASN menyertai pengabdian Tranggono. Dari mulai mengabdi jadi staf di Kementerian PU (sekarang bernama Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat-red) hingga mengikuti seleksi terbuka (Selter) jabatan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, hingga menjadi Staf Ahli Gubernur (SAG) dan Pj Sekda.
Tranggono yang meraih gelar Doktor dari Universitas Parahiyangan, Bandung ini memulai karir sebagai staf biasa di Ditjen Bina Marga Kementerian PU, hingga menduduki beberapa jabatan yang sesuai dengan disiplin ilmunya sebagai teknik sipil.
Bahkan, bapak dari tiga orang anak ini pernah menjadi dosen luar biasa pada Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung sebagai pengajar pada mata kuliah teknik pondasi, dan peneliti pada lembaga penelitian jalan tol dan transportasi di Korea Selatan atau extri Korea Research Fellow – Expressway and Transportation Research Institute.
”Kita juga harus belajar dari Korea Selatan,meski negaranya lebih kecil dari Pulau Jawa, namun mereka memiliki ruas jalan tol sepanjang 200 kilometer sebagai penghubung dari satu daerah ke daerah lainnya dengan jalan yang mulus dan bebas hambatan, untuk mempersingkat waktu tempuh dalam mengangkut produk dan pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain.” terang Tranggono
Tak hanya itu, meski negara Korea minim Sumber Daya Alam (SDA), namun mereka memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan mencintai produk dalam negeri mereka sendiri.”Hampir semua kebutuhan masyarakat Korea, termasuk mobil dan barang elektronik adalah produk dari negara mereka sendiri, malah mereka mengekspor ke negara lain.Padahal,luas negaranya dan jumlah penduduknya lebih kecil dari pulau Jawa,” cetus alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro,Semarang ini.
Kunci dari kesuksesan negara Korea, kata Tranggono adalah pendidikan, karena pendidikan adalah kunci dari kesuksesan.Tak hanya pendidikan formal, namun juga pendidikan informal atau ketrampilan.”Contohnya, rata rata anak penderita stunting akibat rendahnya tingkat pendidikan orang tuanya. Artinya apa, pendidikan sangat penting dalam berbagai lini kehidupan,” ungkapnya.
Untuk itu, sebagai pembantu Gubernur dalam mengimplementasikan kebijakan daerah, pihaknya akan memfokuskan peningkatan di bidang Pendidikan dan infrastruktur di Banten,guna mensejahterakan masyarakat agar bisa sejajar dengan daerah lainnya sudah sudah lebih dahulu maju.
Ia menambahkan, dalam meniti karir sampai dengan posisi sekarang dirinya selalu berpikiran positif, dan selalu mengambil hikmah dan pelajaran dimanapun dia ditempatkan, agar bisa bermafaat untuk organisasi dan masyarakat.”Saya meyakini, di lembaga atau organisasi manapun pasti dicari orang-orang yang jujur, yang bekerja sungguh-sungguh dan komitmen yang tinggi. Jika kita memilki karakter seperti itu, Insya Allah kita akan sukses dalam meniti karier dimanapun,” ujarnya menegaskan.
Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh ASN di lingkungan pemprov Banten menyatukan niat, bekerja keras, jujur, memiliki loyalitas yang tinggi dan selalu berpikiran positif untuk membangun Banten.
Dirinya berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten, jika mau meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi, maka bekerjalah lebih dibandingkan yang lain. Lebih yang dimaksud adalah, lebih baik, lebih banyak, lebih cermat, lebih jujur. “Jika bekerja standar-standar saja, tentu kita akan kalah bersaing dengan yang lainya. Kejujuran menjadi kunci sukses dimanapun kita berada,” tuturnya. (yas)








