• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Jatuh, Catat Kinerja Mingguan Terburuk sejak November

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 29 Januari 2022 - 09:00
in Ekonomi
Emas

Karyawan menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Emas berjangka memperpanjang penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Federal Reserve minggu ini mengindikasikan bahwa mungkin akan menaikkan suku bunga segera pada Maret mendorong dolar ke level tertinggi multi-bulan, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,4 dolar AS atau 0,47 persen menjadi ditutup pada 1.786,60 dolar AS per ounce. Emas turun 2,5 persen untuk minggu ini berdasarkan kontrak paling aktif, persentase penurunan mingguan terburuk sejak pekan yang berakhir 26 November.

BacaJuga:

Soroti Ketahanan Pangan, Komisi IV Minta Cadangan Nasional Diperkuat Hadapi Krisis Global

400 Riset Didanai, PASPI Nilai Komitmen BPDP di Sawit Nyata

BSW Puji Kinerja BPJPH, Sebut Haikal Hasan Kunci Sukses Wajib Halal 2026

Sehari sebelumnya, Kamis (27/1), emas berjangka terjungkal 36, 6 dolar AS atau 2,0 persen menjadi 1.793,10 dolar AS, setelah anjlok 22,8 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1.829,70 dolar AS pada Rabu (26/1/2022), dan menguat 10, 8 dolar AS atau 0,59 persen menjadi 1.852,50 dolar AS pada Selasa (25/1/2022).

Harga emas tergelincir di bawah rata-rata pergerakan (MA) 100-hari dan 200-hari di sesi terakhir, setelah Federal Reserve AS menegaskan kembali rencana untuk mengakhiri pembelian obligasi era pandemi dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada Maret.

Baca Juga : Emas Datar di Perdagangan Asia Jelang Pertemuan Federal Reserve

“Lingkungan pasar saat ini sangat merugikan emas. Investor sepenuhnya menilai kembali ekspektasi Fed,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA seperti dikutip Antara, Sabtu (29/1).

“Masih ada beberapa momentum penjualan emas, tapi kami semakin dekat ke potensi terendah sekarang karena telah menembus 1.800 dolar AS.”

Kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Ekspektasi kenaikan suku bunga juga membuat dolar berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam tujuh bulan, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, kepercayaan emas sebagai lindung nilai inflasi kemungkinan akan menarik perhatian baru dengan meningkatnya volatilitas pasar saham di tengah pasar yang menyesuaikan diri dengan lingkungan suku bunga yang meningkat, tulis analis Saxo Bank, Ole Hansen dalam sebuah catatan.

Dewan Emas Dunia (WGC) memperkirakan bahwa permintaan untuk perhiasan, batangan kecil dan koin akan tetap kuat pada 2022 dapat membatasi penurunan emas lebih lanjut. WGC juga memperkirakan bank- bank sentral akan terus membeli emas tetapi pada kecepatan yang lebih lambat.

Namun demikian, data ekonomi yang dirilis pada Jumat (28/1/2022) juga memberi emas beberapa dukungan, mencegahnya jatuh lebih jauh. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa inflasi AS mencapai 5,8 persen untuk tahun 2021 yang diukur dengan indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti (PCE), tertinggi sejak 1981.

Departemen Perdagangan AS lebih lanjut melaporkan bahwa belanja konsumen AS turun 0, 6 persen pada Desember, penurunan pertama sejak Februari.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 37,5 sen atau 1,65 persen, menjadi ditutup pada 22,301 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 15,2 dolar AS atau 1,49 persen, menjadi ditutup pada 1,006,6 dolar AS per ounce. (mg1)

Tags: harga emasharga emas dunia

Berita Terkait.

siti
Ekonomi

Soroti Ketahanan Pangan, Komisi IV Minta Cadangan Nasional Diperkuat Hadapi Krisis Global

Selasa, 7 April 2026 - 23:03
sawit
Ekonomi

400 Riset Didanai, PASPI Nilai Komitmen BPDP di Sawit Nyata

Selasa, 7 April 2026 - 22:43
haikal
Ekonomi

BSW Puji Kinerja BPJPH, Sebut Haikal Hasan Kunci Sukses Wajib Halal 2026

Selasa, 7 April 2026 - 22:23
maman
Ekonomi

UMKM Indonesia Bidik Pasar China, Maman Genjot Rantai Pasok Global

Selasa, 7 April 2026 - 22:02
pln
Ekonomi

PLN Indonesia Power Dominasi PROPER 2025: 7 Emas, 22 Hijau, Terbanyak se-PLN Group

Selasa, 7 April 2026 - 21:19
nhm
Ekonomi

Jejak Hijau di Balik Tambang Emas: Cara NHM Pulihkan Alam Gosowong

Selasa, 7 April 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1139 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.