• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hati-Hati Gambut Hilang, Bencana Banjir Bisa Permanen, Ini Kata Walhi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 8 November 2021 - 20:25
in Nasional
Banjir

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan mengecek saluran air saat banjir di kawasan Kalibata, Jakarta, Jum'at (27/12/2019). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Dampaknya, banjir merendam beberapa wilayah di Indonesia.

“Banjir di Kalimantan dan Sumatera itu karena fungsi hidrologi lahan gambut hilang,” ujar Manager Eksekutif Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bayu Perdana di acara daring, Senin (8/11/2021).

BacaJuga:

Penguatan SDM dan Kelembagaan Jadi Kunci Sukses Program Gizi Nasional

Universitas Tarumanagara Bangun Semangat Baru untuk Berkarya

Ryeowook Super Junior Buka Suara Terkait Insiden Kecelakaan Konser yang Mengerikan

Ia menyebut, secara ekosistem lahan di Sumatera dan Kalimantan sering dijadikan lahan pertanian, sementara pekerjaan rumah (PR) Kalimantan lainnya terkait pertambangan.

Baca Juga: Banjir Paling Parah di Kalbar, Mensos Minta Ada Mitigasi

“Gambut kita itu hanya ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Papua,” katanya.

Ia menjelaskan, lahan gambut mampu menyerap atau menyimpan air hingga enam kali. Apabila gambut hilang, maka saat musim hujan air tidak terserap baik dan terjadi banjir.

“Kalau gambut hilang. Saat musim penghujan, air pulang kampung, kampungnya nggak ada. akhirnya terjadi seperti di Sintang,” terangnya. (aro)

Tags: banjirBMKGgambutlongsorWalhi

Berita Terkait.

rini
Nasional

Penguatan SDM dan Kelembagaan Jadi Kunci Sukses Program Gizi Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 10:10
untar
Nasional

Universitas Tarumanagara Bangun Semangat Baru untuk Berkarya

Rabu, 8 April 2026 - 08:47
rye
Nasional

Ryeowook Super Junior Buka Suara Terkait Insiden Kecelakaan Konser yang Mengerikan

Rabu, 8 April 2026 - 07:07
wamenko
Nasional

Wamenko Polkam: Ketahanan Nasional Fondasi Utama Hadapi Dinamika Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:40
sultan
Nasional

Ketua DPD RI: RUU Kesejahteraan Sosial Harus Perkuat Ketahanan Bangsa

Rabu, 8 April 2026 - 01:11
masoud
Nasional

Masoud Pezeshkian Nyatakan Siap Berkorban Nyawa demi Kedaulatan Iran

Rabu, 8 April 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.