• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Tak Atasi Dampak Perubahan Iklim, Pemerintah Australia Digugat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 3 November 2021 - 12:03
in Internasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekelompok penduduk Kepulauan Teluk Torres di pesisir utara Australia mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah pada Selasa (2/11).

Mereka menganggap pemerintah gagal memberi pelindungan dari perubahan iklim yang mengancam tempat tinggal mereka.

BacaJuga:

Iran lebih Percaya Vance Daripada Witkoff dan Kushner Untuk Dialog

Iran Beri Sinyal Serangan ke Gaza Jika Lebanon Terus Diserang Israel

Redam Ketegangan Kawasan, Pakistan Siap Fasilitasi Pertemuan AS dan Iran

Kasus atas nama pulau terpencil Boigu dan Saibai di Teluk Torres itu menjadi gugatan perwakilan kelompok (class action) pertama yang diajukan penduduk asli Australia, kata para pendukungnya.

Gugatan diajukan pada hari yang sama ketika Canberra mengadopsi target emisi karbon nol bersih pada 2050.

Kasus itu mengikuti kasus serupa oleh kelompok lingkungan Urgenda Foundation terhadap pemerintah Belanda yang dinilai bertanggung jawab untuk melindungi warga negara itu dari perubahan iklim.

Dalam kasus di Belanda itu, pengadilan tinggi setempat memerintahkan otoritas untuk memangkas emisi karbon lebih cepat dari yang direncanakan.

Kepulauan Teluk Torres di utara Australia menghadapi ancaman banjir dan salinitas yang merusak tanah mereka karena pemanasan global memicu lebih banyak badai dan kenaikan air laut.

“Ada keyakinan yang tinggi bahwa masyarakat dan penghidupan di Kepulauan Teluk Torres rawan terhadap dampak besar perubahan iklim, bahkan dari kenaikan permukaan air laut yang sedikit saja,” kata gugatan yang diajukan ke Pengadilan Federal itu seperti dikutip Antara, Rabu (3/11/2021).

Satu dari dua penggugat, Paul Kabai, mengatakan masyarakat setempat telah tinggal di kepulauan itu selama lebih dari 65.000 tahun, namun mereka mungkin terpaksa pindah jika terjadi lebih banyak kerusakan akibat banjir dan badai.

“Menjadi pengungsi iklim berarti kehilangan segalanya: rumah kami, budaya kami, kisah kami dan identitas kami,” kata Kabai lewat sebuah pernyataan.

Kasus itu didukung oleh kelompok advokasi nirlaba Grata Fund dan Urgenda dan diajukan oleh firma gugatan kelompok Phi Finney McDonald.

Grata mengatakan pihaknya memperkirakan kasus itu akan mulai disidangkan pada kuartal ketiga 2022 dan kemungkinan akan memakan waktu hingga 18 bulan.

Dalam gugatan iklim terpisah, sekelompok penduduk Teluk Torres mengajukan pengaduan hak asasi manusia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dua tahun lalu yang belum selesai hingga kini.(mg1)

Tags: AustraliaiklimPerubahan Iklim

Berita Terkait.

Bendera-Iran
Internasional

Iran lebih Percaya Vance Daripada Witkoff dan Kushner Untuk Dialog

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:37
Iran Beri Sinyal Serangan ke Gaza Jika Lebanon Terus Diserang Israel
Internasional

Iran Beri Sinyal Serangan ke Gaza Jika Lebanon Terus Diserang Israel

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:33
Redam Ketegangan Kawasan, Pakistan Siap Fasilitasi Pertemuan AS dan Iran
Internasional

Redam Ketegangan Kawasan, Pakistan Siap Fasilitasi Pertemuan AS dan Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 00:13
Protes
Internasional

Konflik Iran Picu Kekecewaan, Tentara AS: Tak Mau Mati Demi Israel

Senin, 23 Maret 2026 - 22:18
Asap
Internasional

Rusia Ingatkan Bahaya Nuklir Imbas Serangan AS-Israel di Bushehr

Senin, 23 Maret 2026 - 20:06
Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk
Internasional

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 14:31

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2675 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polri Naikkan Pangkat 47 Perwira, Ini Daftar Jenderal Baru

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.