• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Usul Kementerian BUMN Dibubarkan, Politisi Golkar Ungkap Dampak Positifnya

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:54
in Headline
politisi golkar maman

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Maman Abdurrahman (kiri), saat menjadi tamu pada Podcast NGACO (NGobrol Ala indoposCO) bersama Host Aldo Rachman (Redaktur Pelaksana INDOPOSCO), Selasa (19/10/2021). Foto: Yoga/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Maman Abdurrahman membeberkan, alasan terkait usulannya terhadap Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibubarkan. Mengganti menjadi badan atau super holding di bawah kementerian teknis.

“Gua mengusulin, ada cara lebih tepat Kementerian BUMN-nya diganti menjadi badan atau super holding. Jadi bukan BUMN-nya kita buang, tetap ada tapi kita ubah,” kata Maman dalam podcast Ngobrol Ala Indoposco melalui kanal Youtube Indoposco, Jumat (22/10/2021).

BacaJuga:

Ketua Ombudsman Tersangka Korupsi, MAKI Soroti Kelalaian DPR dalam Proses Rekrutmen

Kecelakaan Helikopter di Kalbar, Tim SAR Evakuasi 8 Jenazah dari Hutan

Trump: Israel-Lebanon Gencatan Senjata 10 Hari!

Supaya posisi kementerian BUMN tersebut tidak sejajar dengan kementerian teknis. Jika tak dilakukan, hal tersebut bakal menjadi akar permasalahan yang menyulitkan perusahaan pelat merah sulit maju.

Ia menilai Kementerian BUMN menyebabkan hilangnya kultur profesionalisme lantaran sifatnya, yang politis serta memicu dualisme kepemimpinan dengan kementerian teknis.

“Itu yang jadi masalah kita adalah corporate culture kita. Solusinya Kementerian BUMN-nya kita turunkan levelnya menjadi badan atau super holding. Supaya para pejabat ini tidak ‘mendua’ ada dualisme,” nilai Maman.

Badan atau super holding itu mestinya hanya memiliki tugas dan fungsi koordinasi, konsolidasi, dan sinergitas antara perusahaan BUMN saja. Untuk fungsi kontrol, penentuan sumber daya manusia, supervisi, pelaporan, dan lainnya dikembalikan kepada kementerian teknis masing-masing.

Sehingga program kementerian teknis dan perusahaan BUMN bisa selaras dan memiliki sistem kontrol yang mudah. Ia pun mencontohkan, sektor energi yang paling memahami prioritasnya ialah kementerian teknis.

“Penyelarasan antara program operasi, teknis yang ada di kementerian teknis dengan aspek sumber daya manusianya selaras,” jelas politisi asal Pontianak itu.

“Yang paham kondisi sektor ESDM dan Perindustrian itu kementerian teknis. Sektor kesehatan ada juga. Semua yang paham menteri teknis,” tambah Maman.

Ia berpendapat, tanggung jawab perusahaan BUMN mestinya langsung kepada kementerian teknis. Dengan demikian ego sektoral antar kementerian diyakini bisa ditekan.

“Maksud gua kalau Kementerian BUMN diturunin. Terus ini (perusahaan-red) diserahkan ke kementerian teknis dalam aspek kontrolnya, sumber daya manusia, penyelerasan program bakal nyambung menjadi satu,” ujar Maman.

Ia menyebut, para direksi perusahaan pelat merah akan lebih tunduk kepada Kementerian BUMN. Sebab, kementerian tersebut lebih punya kuasa. Padahal, teknis dan operasionalisasi mereka sehari-hari bersama dengan kementerian teknis.

“Jauh lebih penting, dalam konteks pengawasan. Apakah Menteri ESDM bisa mengontrol pertamina? Tidak, karena pertamina di bawah Kementerian BUMN,” kritiknya.

Situasi saat ini akan menyulitkan segala kebijakan pemerintah melalui Kementerian BUMN dan perusahannya kurang optimal. Terlebih perencanaan pengembangan dan arah kebijakan.

“Cita-cita kita untuk menyelaraskan program kementerian teknis, kebijakan pemerintah melalui kementerian teknis melalui perusahaan BUMN nggak akan bisa tercapai,” keluhnya.

Melalui usulannya tersebut dapat memudahkan dari sisi pengawasan terhadap perusahaan milik negara. Tidak ada intervensi dari Kementerian BUMN.

“Direksi-direksi BUMN kalau mengacu kepada satu menteri itu lebih sehat. Konteks pengawasannya lebih mudah,” tandas Maman. Ia menyadari perusahaan BUMN cenderung merugi, kemudian akan meminta penyertaan modal negara (PMN).

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyorot kinerja BUMN yang sakit dan terlalu sering mendapat proteksi PMN. Ia menginginkan perusahaan pelat merah lebih profesional dan berani berkompetisi serta mengambil risiko.

Ia mengatakan, hanya tersisa waktu dua tahun untuk transformasi dan reformasi BUMN. Bahkan ia telah sering membuka pintu kerja sama untuk BUMN dengan rekanan dari negara lain, tetapi tak direspons.

“Saya udah bukain pintu, tapi enggak ada respons ya gimana. Saya sering malu, terus terang saja. Udah bukain pintu, tapi enggak ada respons ke sana,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Kamis, (14/10/2021). (dan)

Tags: kementerian bumnPolitisi Golkar

Berita Terkait.

Ketua Ombudsman Tersangka Korupsi, MAKI Soroti Kelalaian DPR dalam Proses Rekrutmen
Headline

Ketua Ombudsman Tersangka Korupsi, MAKI Soroti Kelalaian DPR dalam Proses Rekrutmen

Jumat, 17 April 2026 - 15:50
UMKM Azaki Food Tembus 12 Negara, Produk Tempe Olahan RI Makin Mendunia
Headline

Kecelakaan Helikopter di Kalbar, Tim SAR Evakuasi 8 Jenazah dari Hutan

Jumat, 17 April 2026 - 15:01
Trump: Israel-Lebanon Gencatan Senjata 10 Hari!
Headline

Trump: Israel-Lebanon Gencatan Senjata 10 Hari!

Jumat, 17 April 2026 - 11:04
fifa
Headline

Presiden FIFA Yakin Iran Tak Akan Mundur dari Piala Dunia 2026

Jumat, 17 April 2026 - 07:07
ombudsman
Headline

Hery Susanto Jadi Tersangka Kasus Nikel, Pimpinan Ombudsman RI Minta Maaf ke Publik

Kamis, 16 April 2026 - 20:36
herry
Headline

Baru Sepekan Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung

Kamis, 16 April 2026 - 19:53

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2526 shares
    Share 1010 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    847 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.