• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kementan Dorong Program PLEK

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 20 September 2021 - 08:20
in Nasional
indoposco

Peserta Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) bagi Ketua Kelompok Tani Tingkat Dasar di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berfoto bersama. Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian setempat digelar pada 7 - 8 September 2021.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program literasi keuangan amat penting bagi para petani. Kompetensi ini membuat petani bisa mengelola keuangannya dengan optimal dan efisien, baik itu pra panen maupun pascapanen.

Untuk itulah, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggeber program Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) di daerah-daerah.

BacaJuga:

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional

“PLEK adalah ikhtiar kami untuk meningkatkan kompetensi para petani. Memudahkan mereka mengakses lembaga keuangan untuk memperluas usaha para petani,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Menurutnya, PLEK secara tidak langsung membantu petani bagaimana cara bertani secara efektif dari sisi pengeolaan keuangan.

“Artinya mereka dididik untuk lebih efisien dalam mengatur siap rupiah yang dikeluarkan untuk usaha taninya. PLEK membuat petani makan melek soal keuangan,” kata Syahrul.

“Insya Allah dengan masifnya program PLEK, petani akan lebih sejahtera,” lanjut dia.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, PLEK merupakan salah satu program pelatihan yang mengintegrasikan kebutuhan akan pentingnya literasi dan pembelajaran keuangan bagi petani melalui pembinaan yang berkelanjutan dari penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah yang bersangkutan.

Pelatihan ini sebagai wujud perubahan ekonomi global yang menuntut pentingnya pencatatan, analisis dan pengelolaan keuangan yang berbasis pada data.

“Sehingga manajemen terbaik untuk keuangan yang didasari pada pondasi kesadaran, ketrampilan, perilaku  dan sikap dalam pengambilan keputusan individu agar tercapai keuangan yang sejahtera menjadi pintu utama,” jelas dia.

Di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Dinas Pertanian setempat melaksanakan PLEK bagi Ketua Kelompok Tani Tingkat Dasar di empat BPP yang terbagi menjadi dua angkatan. Tiap angkatan terdiri dari 60 peserta yang tergabung dalam Kelompok dalam beberapa Daerah Irigasi pelaksana IPDMIP. Pelatihan dilaksanakan pada 7 – 8 September.

Narasumber Pelatihan, Rezki mengapresiasi program PLEK. Dia mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para petani terkait pengelolaan keuangan.

“Sebelumnya peserta masih awam. Gak paham cara efektif mengatur keuangan itu seperti apa. Selepas adanya PLEK mereka jadi melek soal manajemen keuangan skala mikro,” ujar Rezki melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9).

“Mereka belajar banyak mengenai KUR (Kredit Usaha Rakyat). Dari awal sampai akhir mekanismenya seperti apa. Kami terangkan dengan rinci,” lanjut Rezki.

Dalam pelatihan tersebut, salah satu materi yang disampaikan mengenai Kredit Usaha Rakyat dengan mengundang Narasumber dari Bank Nagari Cabang Lubuk Sikaping dan Cabang Tapus, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Bank Nagari memperkenalkan produk unggulan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro dalam Mengatasi Rentenir di Ranah Minang (Marandang) yang merupakan program terbaru dari bank Nagari yang diluncurkan pada bulan Juli 2021 di Padang.

Menurut Rezki, progam KUR Super Mikro Marandang bisa sangat membantu para petani dalam permodalan, meningkatkan produksi petani dan meningkatkan perekonomian pada masa pandemi Covid-19 serta bersama melawan rentenir.

“Progam KUR Super Mikro Marandang ini juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” ungkap dia.

Dalam sesi diskusi, peserta sangat antusias. Ini ditandai banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta.

Rezki juga menjelaskan salah satu syarat pinjaman Kredit Super Mikro ini dia harus menjadi nasabah Bank Nagari terlebih dahulu sebab agar prosesnya mudah serta cepat.

Selain itu pinjaman hanya bisa maksimal Rp10 juta per kepala keluarga dengan bunga enam persen atau Rp50 ribu perbulan, untuk angsuran jangka waktunya telah ditentukan.

“Nantinya para petani membayar pinjaman itu setelah panen,” tutup dia.

Dalam hal ini pihak perbankan dan di-support penuh oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman berharap kepada anggota kelompok tani bisa melakukan pinjaman ke Bank Nagari dengan syarat yang telah ditentukan dan kelayakan, sesuai penilaian karena bunganya sangat rendah sehingga petani bisa terlepas dari jeratan rentenir.(arm)

Tags: KementanLiterasi KeuanganProgram PLEK

Berita Terkait.

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International
Nasional

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:04
DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”
Nasional

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:45
Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional
Nasional

Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:31
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan
Nasional

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:45
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:01
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.