• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Melemah Seiring Naiknya Imbal Hasil Obligasi AS

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 8 September 2021 - 10:58
in Ekonomi
indoposco

Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar/wsj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (8/9) pagi melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Rupiah dibuka melemah 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.235 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.213 per USD.

BacaJuga:

4 Inovasi Gran Max, Jawaban Daihatsu untuk Kebutuhan UMKM hingga Logistik

Zero Down Time: Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Roda Logistik Tetap Berputar

Komisi II Dorong ATR/BPN Percepat Penyediaan Lahan untuk PSN Energi

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/9), mengatakan, rupiah dibuka melemah hari ini mengikuti penguatan indikator USD pada perdagangan kemarin.

“Kelihatannya efek dari sentimen ekspektasi penundaan tapering bank sentral AS mulai berkurang. Tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat naik yang bisa jadi menarik sebagian pelaku pasar untuk masuk ke aset USD,” kata dia, dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Ariston, peluang terjadinya tapering pada akhir tahun masih belum hilang karena The Federal Reserve masih akan mempertimbangkan data- data terbaru yang akan masuk.

“Dari bagian teknikal, zona Rp14.180 – Rp14.190 nampak selaku support yang lumayan kokoh. Ini pula bisa jadi mendesak pasar melaksanakan pembelian USD dibanding rupiah di dekat tingkat itu,” tuturnya.

Terpaut endemi, jumlah permasalahan setiap hari Covid-19 pada Senin (7/9) meningkat 7.201 permasalahan alhasil keseluruhan jumlah permasalahan terkonfirmasi positif Covid-19 menggapai 4,14 juta permasalahan.

Sebaliknya jumlah permasalahan tewas dampak terhampar Covid-19 menggapai 683 permasalahan alhasil totalnya menggapai 137.156 permasalahan.

Sedangkan itu, jumlah permasalahan membaik meningkat sebesar 14.159 permasalahan alhasil keseluruhan penderita membaik menggapai 3,86 juta permasalahan. Dengan begitu, keseluruhan permasalahan aktif Covid-19 menggapai 138.630 permasalahan.

Buat vaksinasi, jumlah warga yang telah disuntik vaksin takaran awal menggapai 68,21 juta orang serta vaksin takaran kedua 39,17 juta orang dari sasaran 208 juta orang yang divaksin.

Ariston berkata rupiah hari ini berpotensi ditutup melemah ke kisaran Rp14.210 per USD sampai Rp14.280 per USD.

Pada Selasa (7/9), rupiah ditutup menguat 10 nilai ataupun 0,07 persen ke posisi Rp14.213 per USD dibanding posisi pada penutupan perdagangan tadinya Rp14.223 per USD. (arm)

Tags: ASdolar ASnilai tukar rupiahobligasi

Berita Terkait.

Grandmax
Ekonomi

4 Inovasi Gran Max, Jawaban Daihatsu untuk Kebutuhan UMKM hingga Logistik

Kamis, 9 April 2026 - 06:10
Mitsubishi
Ekonomi

Zero Down Time: Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Roda Logistik Tetap Berputar

Kamis, 9 April 2026 - 01:15
Aher
Ekonomi

Komisi II Dorong ATR/BPN Percepat Penyediaan Lahan untuk PSN Energi

Rabu, 8 April 2026 - 23:23
Sertifikasi
Ekonomi

Pertamina Gaspol UMKM: 1.346 Sertifikasi Dibuka, Akses Pasar Kian Luas

Rabu, 8 April 2026 - 20:00
Irene-Umar
Ekonomi

“Asset Management Proper,” Strategi Penting untuk Masa Depan Indonesia

Rabu, 8 April 2026 - 19:49
Penghargaan
Ekonomi

Pertamina Tancap Gas di Jalur Hijau: Borong PROPER Emas, Tegaskan Arah “Beyond Energy”

Rabu, 8 April 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.