• Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Koran
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kemenkes Sebut Covid-19 Varian Mu Masih Perlu Dikaji Lebih Lanjut

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 6 September 2021 - 12:47
in Headline
indoposco

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) telah menambahkan versi lain dari virus corona (Covid-19) yang bernama varian Mu ke dalam daftar Variant of Interest (VoI).

Varian Mu, juga dikenal sebagai B.1.621, ditambahkan ke daftar pantauan WHO pada 30 Agustus 2021 setelah terdeteksi di 39 negara.

BacaJuga:

Kapolri Pastikan Bantuan Logistik dan Personel Berhasil Jangkau Lokasi Bencana

Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar, Korban Meninggal Dunia Jadi 303 Jiwa

Tragedi di Gaza, Lebih dari 70.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, kepada Indoposco.id, Senin (6/9/2021) menjelaskan varian baru ini masih Variant of Interest (VoI), yang artinya masih dikaji lebih lanjut.

Ia mengatakan, saat ini diperkirakan dampak virus varian Mu adalah meningkatkan tingkat penularan dan dapat menurunkan efikasi vaksin atau mengurangi efek netralitas dari antibodi.

Menurut Nadia, varian Mu dimasukkan sebagai VoI karena memiliki mutasi yang sama dengan varian Alpha, Beta dan Delta.

“Varian Mu ini menurunkan efek netralitas antibodi tetapi tetap harus dikaji lebih lanjut,” pungkas Nadia.

Menurut buletin mingguan WHO tentang pandemi, varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan. Data awal menunjukkan itu mungkin menghindari pertahanan kekebalan dengan cara yang mirip dengan varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Seperti dilaporkan The Guardian, varian Mu kali pertama diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Sejak itu, kasus sporadis dan beberapa wabah yang lebih besar telah dicatat di seluruh dunia.

Di luar Amerika Selatan, kasus varian Mu telah dilaporkan di Inggris, Eropa, AS, dan Hong Kong. Sementara varian tersebut membuat kurang dari 0,1% dari infeksi Covid secara global, itu mungkin mulai berkembang di Kolombia dan Ekuador di mana masing-masing menyumbang 39% dan 13% dari kasus Covid.

Para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat sangat ingin mengetahui apakah varian Mu lebih menular, atau menyebabkan penyakit yang lebih serius, daripada varian Delta yang dominan di sebagian besar dunia.

“Epidemiologi varian Mu di Amerika Selatan, terutama dengan peredaran bersama varian Delta, akan dipantau perubahannya,” kata bulletin WHO.

Setidaknya 32 kasus varian Mu telah terdeteksi di Inggris, di mana pola infeksi menunjukkan bahwa itu dibawa oleh pelancong pada beberapa kesempatan.

Sebuah laporan oleh Public Health England (PHE) pada bulan Juli mengatakan sebagian besar ditemukan di London dan pada orang-orang berusia 20-an. Beberapa dari mereka yang dites positif Mu telah menerima satu atau dua dosis vaksin Covid-19.

Varian Mu telah ditambahkan ke daftar varian PHE yang sedang diselidiki pada bulan Juli. Sejauh ini belum menimbulkan kekhawatiran sama seperti Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian yang lebih serius yang menjadi perhatian.

Penilaian risiko varian Mu yang dirilis oleh PHE pada bulan Agustus berdasarkan hasil laboratorium menunjukkan varian tersebut setidaknya sama resistennya dengan varian Beta terhadap kekebalan yang timbul dari vaksinasi.

Tetapi diperlukan banyak bukti dari penelitian laboratorium lain dan kasus varian dunia nyata. Seberapa besar ancaman yang ditimbulkan varian ini sangat tidak pasti dan tergantung pada apakah kasus tumbuh secara substansial dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, terutama dengan adanya varian Delta yang menyebar cepat.

“Saat ini, tidak ada bukti bahwa VUI-21JUL-01 (varian Mu) mengungguli varian Delta dan tampaknya tidak mungkin lebih menular,” kata laporan itu. (dam)

Tags: covid-19Covid-19 Varian MuKemenkes
Berita Sebelumnya

Tinjau PTM, Gubernur Banten Ajak Siswa Ikut Vaksinasi

Berita Berikutnya

Pembunuh Karyawan Greenotel Ngaku Punya Hubungan Khusus dengan Korban

Berita Terkait.

IMG-20251130-WA0020_copy_1600x1283
Headline

Kapolri Pastikan Bantuan Logistik dan Personel Berhasil Jangkau Lokasi Bencana

Minggu, 30 November 2025 - 18:39
aceh
Headline

Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar, Korban Meninggal Dunia Jadi 303 Jiwa

Minggu, 30 November 2025 - 15:35
palestina
Headline

Tragedi di Gaza, Lebih dari 70.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023

Minggu, 30 November 2025 - 14:04
gaza
Headline

Death Toll in Gaza Surpasses 70,000 Palestinians Since October 2023

Minggu, 30 November 2025 - 13:23
sumut
Headline

Korban Bencana di Sumut Bertambah: 166 Orang Tewas, 143 Belum Ditemukan

Minggu, 30 November 2025 - 13:13
sumutt
Headline

Flood Death Toll Rises: 166 Dead and 143 Missing in North Sumatra

Minggu, 30 November 2025 - 12:42
Berita Berikutnya
indoposco

Pembunuh Karyawan Greenotel Ngaku Punya Hubungan Khusus dengan Korban

BERITA POPULER

  • hujan

    Hujan dan Banjir Kader KB Asahan Tetap Antar MBG 3B

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Dedi Mulyadi: Siswa Masuk Barak Militer Bukan Latihan Perang, Bantu Kesehatan Mental

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
  • Persik vs Semen Padang: Macan Putih siap Mental, Kabau Sirah punya Momentum

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Biem Benyamin Apresiasi SMAN 49 Jakarta Bebas Perundungan

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • DPR Tegaskan Tak Boleh Ada Penolakan Pasien, Imbas Meninggalnya Ibu dan Bayi Ditolak 4 Rumah Sakit

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.