• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Menguat Seiring Pasar Tunggu Rilis Data Tenaga Kerja AS

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 2 September 2021 - 11:17
in Ekonomi
indoposco

Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). Foto: Antara/Dhemas Reviyanto/wsj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat seiring pelaku pasar yang menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat.

Rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.273 per dolar AS dibanding posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.283 per dolar AS.

BacaJuga:

Menuju Lebaran 2026, Harga Cabai Rawit Merah Mulai Meroket ke Rp105.000

Strategi PLN EPI Amankan Batu Bara PLTU demi Stabilitas Listrik Indonesia

Produksi Lampaui Target, Pertamina Regional Indonesia Timur Genjot Eksplorasi Migas

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menjelaskan, dolar AS sedang menunjukkan pelemahan setelah data tenaga kerja AS versi swasta untuk Agustus semalam dirilis mencapai 374 ribu, jauh di bawah ekspektasi 640 ribu.

“Ini mengindikasikan sektor tenaga kerja masih belum membaik seperti sebelum pandemi serta bisa menjadi alasan bank sentral untuk memperpanjang kebijakan suku bunga rendah,” ucap Ariston, Kamis (2/9), dikutip dari Antara.

Menurut Ariston, nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi tersebut.

Akan tetapi, lanjutnya, penguatan mungkin terbatas karena pelaku pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data tenaga kerja AS versi pemerintah yang akan dirilis Jumat (3/9) malam.

“Indikasi yang sama dengan data dari swasta bisa mendorong pelemahan dolar AS lebih lanjut,” tutur Ariston.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian Covid-19 pada Rabu (1/9) bertambah 10.337 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,1 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 653 kasus sehingga totalnya mencapai 133.676 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh meningkat sebanyak 16.394 kasus sehingga total pasien sembuh menggapai 3,78 juta kasus. Dengan begitu, total kasus aktif Covid-19 mencapai 189.571 kasus.

Terkait vaksinasi, jumlah masyarakat yang telah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 63,94 juta orang serta vaksin dosis kedua 36,34 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston menjelaskan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.230 per dolar AS dengan potensi resisten Rp14.250 per dolar AS.

Pada Rabu (1/9) kemarin, rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.283 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.268 per dolar AS. (mg2)

Tags: ASnilai tukar rupiahtenaga kerja

Berita Terkait.

cabai
Ekonomi

Menuju Lebaran 2026, Harga Cabai Rawit Merah Mulai Meroket ke Rp105.000

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:30
EPI
Ekonomi

Strategi PLN EPI Amankan Batu Bara PLTU demi Stabilitas Listrik Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:10
migas
Ekonomi

Produksi Lampaui Target, Pertamina Regional Indonesia Timur Genjot Eksplorasi Migas

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:43
menkop
Ekonomi

Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih

Senin, 16 Maret 2026 - 21:11
Jaga Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen, Pemerintah Siapkan Langkah Efisiensi
Ekonomi

Jaga Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen, Pemerintah Siapkan Langkah Efisiensi

Senin, 16 Maret 2026 - 19:45
bank bjb Ungkap Strategi Jaga Kinerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ekonomi

bank bjb Ungkap Strategi Jaga Kinerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Senin, 16 Maret 2026 - 18:55

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • BPN Banten Serahkan Sertifikat PTSL 2026 Secara Door to Door di Mancak

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Reaksi Tak Terduga Staf HYBE terhadap Truk Protes Heeseung Eks ENHYPEN Picu Harapan

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Api Diduga Berasal dari Pabrik Kerupuk, 10 Rumah di Bintaro Permai Ludes Terbakar

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.