• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 Diperkirakan 5,0 hingga 5,5 Persen

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 16 Agustus 2021 - 13:16
in Headline
indoposco

Presiden Jokowi pada saat pidato kenegaraan terkait Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2022, Senin (16/8/2022). Foto: Tangkapan layar YouTube MPRGOID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 diperkirakan pada kisaran 5,0 persen sampai 5,5 persen.

Target itu berpijak pada kebijakan reformasi struktural, serta memperhitungkan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia, asumsi indikator ekonomi makro yang dipergunakan di tahun 2022.

BacaJuga:

H+2 Idulfitri 2026, Jasa Marga Catat 1,7 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek

Kepadatan Lalu Lintas di GT Cikatama Naik Drastis Saat Arus Balik

Kapolri: Beri Pelayanan Terbaik saat Arus Balik Lebaran 2026

“Kita akan berusaha maksimal untuk pertumbuhan ekonomi di batas atas yaitu 5,5 persen. Namun harus tetap waspada, karena perkembangan Covid-19, masih sangat dinamis. Kita akan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah dan pandangan para ahli untuk terus mengendalikan pandemi Covid-19,” ujar Presiden Jokowi pada saat pidato kenegaraan terkait Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2022, Senin (16/8/2022).

Jokowi mengatakan, sampai saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Di 2022, katanya, masih akan dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi.

“Kita juga harus menyiapkan untuk menghadapi tantangan global lainnya, seperti ancaman perubahan iklim, peningkatan dinamika geopolitik serta pemulihan ekonomi global yang tidak merata,” ujarnya.

Karena itu, kata Jokowi, APBN tahun 2022 harus antisipatif, harus responsif, dan fleksibel merespons ketidakpastian. Namun, tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian.

“APBN berperan sentral untuk melindungi kepentingan masyarakat sekaligus sebagai motor pengungkit pemulihan ekonomi. Sejak awal pandemi kita telah menggunakan APBN, sebagai perangkat kontra siklus, mengatur keseimbangan rem dan gas, mengendalikan penyebaran Covid-19, melindungi masyarakat yang rentan dan sekaligus mendorong kelangsungan dunia usaha,” katanya.

Menurut Jokowi, strategi ini membuahkan hasil, mesin pertumbuhan yang tertahan di awal pandemi, sudah mulai bergerak.

“Kuartal II 2021, kita mampu tumbuh 7,07 persen (year on year) dan tingkat inflasi yang terkendali di angka 1,52 persen (year on year). Capaian ini harus terus dijaga momentumnya. Reformasi struktural harus terus diperkuat. Undang-Undang Cipta Kerja, lembaga pengelola investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) dan sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, adalah lompatan kemajuan, yang dampaknya bukan hanya pada peningkatan produktivitas, peningkatan daya saing investasi dan ekspor, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih jauh, Jokowi mengungkapkan, pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal pada tahun 2022, yaitu “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural.” Pemulihan sosial ekonomi akan terus dimantapkan sebagai penguatan fondasi untuk mendukung pelaksanaan reformasi struktural secara optimal.

Reformasi struktural merupakan hal yang sangat fundamental untuk pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi pascapandemi. Karena itu, Indonesia bukan hanya harus tumbuh, tetapi tumbuh dengan cepat dan berkelanjutan.

“Untuk itu produktivitas harus ditingkatkan. Produktivitas akan bisa meningkat kalau kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) membaik. Diperkuat oleh konektivitas yang semakin merata. Pembangunan infrastruktur yang dipercepat termasuk infrastruktur digital, energi dan pangan untuk mendorong industrialisasi serta dukungan ekosistem hukum dan birokrasi yang kondusif bagi dunia usaha,” katanya. (dam)

Tags: Penyampaian Nota KeuanganPenyampaian RUU APBN 2022Pertumbuhan Ekonomipresiden jokowisidang paripurna dpr

Berita Terkait.

H+2 Idulfitri 2026, Jasa Marga Catat 1,7 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Headline

H+2 Idulfitri 2026, Jasa Marga Catat 1,7 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek

Rabu, 25 Maret 2026 - 02:31
Kepadatan Lalu Lintas di GT Cikatama Naik Drastis Saat Arus Balik
Headline

Kepadatan Lalu Lintas di GT Cikatama Naik Drastis Saat Arus Balik

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:28
Kapolri
Headline

Kapolri: Beri Pelayanan Terbaik saat Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:36
Pratiko
Headline

Percepatan Transformasi Pemerintahan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Siswa

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:16
Yaqut
Headline

KPK Ungkap Yaqut Idap GERD Akut dan Asma, Jadi Alasan Dialihkan ke Tahanan Rumah

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:45
Yaqut
Headline

KPK Sebut Yaqut Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan Hingga Hari Ini

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2671 shares
    Share 1068 Tweet 668
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Polri Naikkan Pangkat 47 Perwira, Ini Daftar Jenderal Baru

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.