• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Gadis Tunadaksa Asal Boyolali Pemecah Rekor Dunia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 06:11
in Olahraga
Atlet Para Atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani melakukan latihan olahraga di rumahnya Simo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2020). Foto : Antara/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Atlet Para Atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani melakukan latihan olahraga di rumahnya Simo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2020). Foto : Antara/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mungkin tidak terbayangkan sebelumnya bagi Karisma Evi Tiarani, seorang gadis asal Boyolali, Jawa Tengah, bisa menjuarai ajang olahraga tingkat internasional, apalagi memecahkan rekor dunia.

Bagaimana tidak? Evi terlahir dengan keistimewaan kaki kirinya yang lebih pendek sekitar 7 centimeter, dan tak sekuat kaki kanan.

BacaJuga:

Masuk Timnas Bareng Audero-Paes, Kiper PSIM Ini Punya Target Tak Biasa

Dipanggil Timnas, Hodak Dorong Duo Persib Tampil Percaya Diri di FIFA Series

Bukan Sekedar Olahraga, Ketua DPD RI: Sepak Bola Itu Bentuk Diplomasi Tertinggi

Meski menyandang tunadaksa, Evi tak mau menganggap kondisi itu sebagai suatu kendala maupun keterbatasan. Nyatanya, atlet kelahiran 19 Januari 2001 itu malah jatuh cinta pada olahraga lari sejak duduk di kelas 2 SMP.

Gadis berhijab itu mulanya ingin menjadi pemain bulu tangkis, tetapi seiring waktu ternyata minatnya beralih ke cabang olahraga atletik. Cabang olahraga itulah yang kemudian membawa Evi meraih sederet prestasi di berbagai ajang kejuaraan tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Ujian pertamanya adalah Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Peparda) 2014, dan Evi sukses mempersembahkan satu medali emas di nomor 100 meter T42.

Pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2016 di Jawa Barat, bungsu dari dua bersaudara itu berhasil mendapat dua emas, yakni di nomor lari 100 meter dan lompat jauh.

Tak puas, Evi terus membuktikan kemampuannya, dan di ajang Asian Para Games (APG) 2018 menggondol emas di nomor 100 meter T42 (tuna daksa). Masih di ajang yang sama, Evi juga meraih medali perunggu di nomor lompat jauh putri klasifikasi T42-44/61-64.

Evi kembali membuat bangga Indonesia dengan keberhasilannya menyabet medali emas serta memecahkan rekor pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia itu berhasil memecahkan rekor dunia di nomor 100 meter putri dengan catatan waktu 14,72 detik.

Evi berhasil mengalahkan atlet asal Italia Monica Graziana Contrafatto yang berada di posisi kedua dengan catatan waktu 15,56 detik, dan tempat ketiga dihuni Gitte Haenen asal Belgia (15,60 detik).

Ternyata sebelumnya, Evi pada Turnamen Handisport Paris Open 2019 juga telah memecahkan rekor dunia dengan mencetak waktu 14,90 detik. Artinya, di Kejuaraan Dunia Para Atletik di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) 2019, Evi memecahkan rekornya yang telah dicetaknya sendiri.

Tak disangka, dari Desa Talak Broto, Kecamatan Simong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Evi mampu menembus batas negara dan berhasil menorehkan catatan prestasinya.

Rupanya, dukungan orang tua, terutama sang ibu dan teman-temannya yang membuatnya tumbuh dengan percaya diri dan tak pernah merasa minder.

Keistimewaan fisik yang dimiliki gadis yang kini berusia 20 tahun itu tidak pernah membuatnya merasa diperlakukan berbeda oleh keluarga dan lingkungannya.

Kawan-kawan sekolahnya pun tidak pernah sekalipun mengejek atau mengolok-olok Evi, namun justru mendukungnya secara penuh dalam berprestasi. Sedianya, Evi turut tampil di gelaran ASEAN Paragames 2020 di Filipina, tetapi urung terlaksana karena pesta olahraga disabilitas itu dibatalkan menyusul pandemi COVID-19.

Namun, masih ada satu kesempatan lagi, yakni Paralimpiade Tokyo yang akan digelar mulai 24 Agustus hingga 5 September 2021 di Jepang. Bersama 22 atlet lainnya, Evi bakal mewakili Merah Putih pada pesta olahraga atlet disabilitas empat tahunan tersebut dilansir Antara.

Keterbatasan tak membuatnya merasa terbatasi. Mari dukung Evi dalam merajut prestasi demi prestasi untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. (aro)

Biodata
Nama : Karisma Evi Tiarani
TTL : Boyolali, 19 Januari 2001
Cabang : para-atletik

Prestasi:
– Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah 2014 (1 emas)
– Pekan Paralimpiade Nasional 2016 (2 emas)
– Asian Para Games (APG) 2018 (1 emas, 1 perunggu)
– Turnamen Handisport Paris Open 2019 (1 emas – memecahkan rekor dunia)
– Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 (1 emas – memecahkan rekor dunia)

Tags: Jepangparalimpiade tokyo

Berita Terkait.

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Olahraga

Masuk Timnas Bareng Audero-Paes, Kiper PSIM Ini Punya Target Tak Biasa

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:43
Dipanggil Timnas, Hodak Dorong Duo Persib Tampil Percaya Diri di FIFA Series
Olahraga

Dipanggil Timnas, Hodak Dorong Duo Persib Tampil Percaya Diri di FIFA Series

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:09
SBN
Olahraga

Bukan Sekedar Olahraga, Ketua DPD RI: Sepak Bola Itu Bentuk Diplomasi Tertinggi

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:24
Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Olahraga

Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:45
Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan
Olahraga

Susunan Kepelatihan Dirilis Jelang FIFA Series, Kombinasi Pelatih Global-Talenta Lokal Disatukan

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:31
Mudik Nyaman, Konsumsi Pertamax Series Naik Tajam di Lebaran 2026
Olahraga

Terungkap, Ini Penyebab Mohamed Salah Umumkan Hengkang dari Liverpool Lebih Cepat

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:08

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1179 shares
    Share 472 Tweet 295
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.