• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia Tertinggal di Bidang Pendidikan Teknologi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 9 Agustus 2021 - 18:57
in Nasional
Ilustrasi. Foto: Antara/Pexel

Ilustrasi. Foto: Antara/Pexel

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Teknologi Informasi dan Komunikasi dari CISSRec Pratama Persadha menjelaskan, situasi pendidikan teknologi di Indonesia saat ini masih belum maju apabila dibandingkan negara- negara lain dan harus segera mengejar ketertinggalan.

“Salah satu hambatan utamanya yakni ada di pengajar yang kurang kompeten di bidang teknologi. Para guru lebih gaptek dibandingkan dengan muridnya,” tutur Pratama kepada Antara, Senin (9/8/2021).

BacaJuga:

Tak Hanya Cerdas, BRIN Dorong Periset Berkarakter lewat Kolaborasi dengan Ary Ginanjar

Strategi Rekayasa Lalu Lintas Berjalan, Evaluasi One Way Tahap 3 Mengemuka

Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Bakauheni Menuju Jawa

Hal ini dia katakan menjelang Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2021,

Pratama melanjutkan, kurikulum yang ada di Indonesia mesti diperbarui agar dapat mengejar ketertinggalan. Semua elemen baik dari masyarakat, pejabat, swasta, atau institusi pemerintah harus selalu up to date tentang pendidikan teknologi.

Menurut Pratama, tidak adanya pendidikan sejak dini membuat pemahaman yang didapat masyarakat hanya seputar pasal- pasal dari KUHP, UU Pornografi, serta UU ITE.

“Jadi hanya pendekatan top down serta pendekatan law enforcement. Sedangkan pendekatan bottom up serta kultural melalui pendidikan dan edukasi teknologi ini hampir tidak ada,” ucap Pratama.

“Di kurikulum pendidikan kita tidak ada yang mengajarkan bagaimana berinternet yang sehat, aman, serta produktif. Adanya norma budaya serta agama, itu tidak cukup. Apalagi para orang tua, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat serta tokoh agama ini kan bukan native digital, tidak memahami lebih dalam dunia digital,” tambahnya.

Pratama juga menjelaskan, pemerataan infrastruktur internet menjadi tantangan terbesar dalam menyelenggarakan pendidikan teknologi karena saat ini lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Pakar TI serta Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, pemerataan internet menjadi kasus yang harus segera diselesaikan.

“Belum merata kan. Yang pelosok- pelosok itu masih banyak yang belum tersentuh. Ini PR besar pemerintah juga untuk memberi perhatian pada teknologi kerakyatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” tutur Heru.

Sementara itu, Pratama mendorong pemerintah untuk dapat melahirkan teknologi digital di berbagai kota besar di luar pulau jawa.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar tercipta pendidikan teknologi di seluruh Tanah Air termasuk kota- kota yang melek siber serta menjadi pusat inovasi digital berlokasi di luar Jawa. Pratama mengambil contoh kesuksesan Bangalor di India sebagai Sillicon Valley baru dunia, yang lokasinya jauh dari ibukota New Delhi.

“Jadi PR kita sangat banyak. Bisa dimulai dengan memperbanyak konten edukasi guru serta murid. Pengajarnya tidak harus selalu guru, bisa dari profesional ataupun aktivis relawan siber,” tutup Pratama. (mg2)

Tags: cissrecpendidikan teknologiTeknologi

Berita Terkait.

Tak Hanya Cerdas, BRIN Dorong Periset Berkarakter lewat Kolaborasi dengan Ary Ginanjar
Nasional

Tak Hanya Cerdas, BRIN Dorong Periset Berkarakter lewat Kolaborasi dengan Ary Ginanjar

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:37
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Berjalan, Evaluasi One Way Tahap 3 Mengemuka
Nasional

Strategi Rekayasa Lalu Lintas Berjalan, Evaluasi One Way Tahap 3 Mengemuka

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:21
Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Bakauheni Menuju Jawa
Nasional

Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Bakauheni Menuju Jawa

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:40
angga
Nasional

PP Tunas Resmi Berlaku, Wamenkomdigi Ingatkan Sanksi bagi Platform yang Tak Patuh

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:07
medsos
Nasional

Pembatasan Medsos pada Anak untuk Bangun Karakter

Minggu, 29 Maret 2026 - 00:30
anak
Nasional

PP Tunas Berlaku, DPR Ajak Semua Pihak Bersatu Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:43

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.