• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cuaca di Indonesia tak Menentu, Ini Penjelasan BMKG

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 5 Agustus 2021 - 09:49
in Nasional
Perubahan Iklim

Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Cuaca di Indonesia saat ini tidak menentu. Sebagian wilayah terjadi cuaca ekstrem basah dan sebagian lainnya dilanda cuaca ekstrem kering. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, faktor terjadinya cuaca ekstrem basah disebabkan tahun ini diprediksi relatif lebih basah dari normalnya.

Dan faktor utama penyebab cuaca tidak normal, menurut dia, karena letak geografis negara Indonesia berada di dua benua dan dua samudera.

BacaJuga:

Mendiktisaintek: Peran Tenaga Kependidikan Dukung Kualitas Sistem Pendidikan Tinggi

Dana BOSP 2026 Bukan Hanya Jadi Instrumen Pembiayaan, Begini Penjelasan Pemerintah

Rakor Bersama Pemda NTB, Menteri Nusron Sebut Integrasi Data Tanah dan Pajak Bisa Dongkrak PAD hingga 300%

“Letak geografis inilah yang menyebabkan kondisi cuaca di Indonesia labil. Sangat berbeda dengan cuaca di negara benua,” ujar Dwikorita Karnawati dalam keterangan, Kamis (5/8/2021).

Ia menjelaskan, cuaca tak menentu (cuaca ekstrem basah) saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer. Di antaranya karena adanya suplai uap air yang tinggi di wilayah Indonesia bagian Barat.

“Ini disebabkan adanya pengaruh perbedaan tekanan antara samudera Hindia dan perairan Indonesia,” jelasnya.

Aktifnya gelombang atmosfer, masih ujar Dwikorita, mendorong proses pembentukan awan hujan di Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua bagian Selatan atau selatan garis katulistiwa.

“Di selatan garis katulistiwa juga terjadi aliran udara dingin di permukaan bumi Selatan ke wilayah kepulauan Indonesia. Ini menyebabkan pembentukan awan hujan di Indonesia,” katanya.

Sirkulasi siklonik di Barat Sumatera, dikatakan dia, merubah arah angin dan kecepatan angin. Sehingga memicu intensitas hujan yang meningkat, terutama di Pulau Sumatera dan Jawa. Serta suhu muka laut dan anomali suhu muka yang hangat di Indonesia memicu pembentukan awan hujan.

“Ini menyebabkan kelembaban di wilayah atmosfir lapisan bawah dan menengah meningkat dan juga pengaruh fenomena lokal,” ucapnya.

“Ini yang membuat fenomena cuaca saat ini kacau,” imbuhnya.

Ia menambahkan, cuaca ekstrem kering terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Sudah 60 hari wilayah Indonesia Timur tidak turun hujan.

“Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan sudah mengalami kekeringan. Ini juga harus diwaspadai, dengan adanya potensi kebakaran hutan,” ujarnya. (nas)

Tags: BMKGcuacacuaca indonesia

Berita Terkait.

riset
Nasional

Mendiktisaintek: Peran Tenaga Kependidikan Dukung Kualitas Sistem Pendidikan Tinggi

Minggu, 12 April 2026 - 00:30
belajar
Nasional

Dana BOSP 2026 Bukan Hanya Jadi Instrumen Pembiayaan, Begini Penjelasan Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 20:02
rakor
Nasional

Rakor Bersama Pemda NTB, Menteri Nusron Sebut Integrasi Data Tanah dan Pajak Bisa Dongkrak PAD hingga 300%

Sabtu, 11 April 2026 - 18:18
minang
Nasional

IKM Harus Kawal Program Pemerintah, Begini Pesan Ketua DPD RI

Sabtu, 11 April 2026 - 17:58
Menkop: Penguatan Sinergi MES Dan KDKMP Di Sektor Riil Jadi Prioritas Pembangunan Ekonomi Syariah
Nasional

Menkop: Penguatan Sinergi MES Dan KDKMP Di Sektor Riil Jadi Prioritas Pembangunan Ekonomi Syariah

Sabtu, 11 April 2026 - 14:50
Haji
Nasional

War Tiket Haji Tranformasi Kebijakan Pemerintah Pangkas Masa Antrean

Sabtu, 11 April 2026 - 12:45

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    1626 shares
    Share 650 Tweet 407
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.