• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Setengah Populasi Australia “Terkunci” Akibat Covid-19

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 21 Juli 2021 - 16:52
in Internasional
indoposco

Seorang warga berjalan di pusat kota yang sepi pada hari pertama penguncian negara bagian Victoria akibat Covid-19 di Melbourne, Australia, Juli 2021. Foto: Antara/Reuters

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lebih dari setengah populasi Australia yang berjumlah 25 juta orang pada Rabu berada di bawah penguncian ketat akibat Covid-19 ketika varian Delta yang sangat menular menyebar di tiga kota besar negara itu.

Negara bagian Australia Selatan bergabung dengan negara bagian Victoria dan kota Sydney dalam penguncian pada Selasa. Perintah ketat untuk tetap berada di rumah telah diberlakukan di sebagian besar populasi negara itu.

BacaJuga:

Konflik Iran Picu Kekecewaan, Tentara AS: Tak Mau Mati Demi Israel

Rusia Ingatkan Bahaya Nuklir Imbas Serangan AS-Israel di Bushehr

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Hal itu dilakukan ketika para pejabat bergegas untuk membendung wabah virus corona terburuk tahun ini.

Sydney, kota terbesar di Australia, berada pada pekan keempat dari penguncian selama lima pekan, sementara Victoria dan ibu kotanya, Melbourne, memperpanjang aturan pembatasan agar warga tetap berada di rumah selama tujuh hari hingga awal pekan depan.

Negara bagian Australia Selatan pada Selasa mengumumkan aturan pembatasan ketat selama seminggu ketika kasus menyebar di ibu kotanya, Adelaide.

Pada Rabu (21/7), Victoria melaporkan kenaikan harian terbesar kasus penularan lokal Covid-19 selama lebih dari seminggu. Sebanyak 22 kasus lokal terdeteksi, naik dari sembilan kasus pada hari sebelumnya, sehingga total kasus dalam wabah terbaru menjadi lebih dari 100. Semua kasus baru itu terkait dengan wabah yang muncul saat ini.

Australia telah berjuang melawan varian Delta virus corona yang menyebar cepat. Varian itu pertama kali terdeteksi di Australia pada seorang pengemudi limusin yang mengangkut awak maskapai luar negeri di Sydney lebih dari sebulan lalu.

Meskipun kasus Covid-19 telah mereda selama tiga hari terakhir di Sydney, pihak berwenang menemukan semakin banyak kasus yang tidak terkait dan berpotensi membahayakan rencana pembukaan kembali kota itu pada 30 Juli.

Australia selama ini jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya dalam menjaga angka Covid-19 relatif rendah, dengan lebih dari 32. 100 kasus dan 915 kematian akibat infeksi virus corona.

Namun, vaksinasi yang lambat dan langkah penguncian dengan sistem berhenti dan mulai telah membuat frustrasi penduduk.

Perdana Menteri Scott Morrison mendapat kecaman atas peluncuran program vaksinisasi yang lamban.

Morisson mengatakan kelambanan vaksinasi di Australia disebabkan perubahan saran medis untuk vaksin AstraZeneca dan kendala pasokan vaksin Pfizer.

Morrison mengatakan bahkan jika rencana vaksinasi awal berhasil, Australia pada fase ini masih harus menjalani penguncian untuk menekan wabah.

“Saya mengerti ada rasa frustrasi yang besar… tetapi varian Delta terbaru ini telah membawa situasi sulit dan tak terduga yang sama sekali baru dalam masalah ini, yang sedang dihadapi oleh setiap negara di dunia,” kata Morrison kepada radio lokal, Rabu. (mg3)

Sumber: Reuters

Dikutip dari: Antara

Tags: Australiacovid-19

Berita Terkait.

Protes
Internasional

Konflik Iran Picu Kekecewaan, Tentara AS: Tak Mau Mati Demi Israel

Senin, 23 Maret 2026 - 22:18
Asap
Internasional

Rusia Ingatkan Bahaya Nuklir Imbas Serangan AS-Israel di Bushehr

Senin, 23 Maret 2026 - 20:06
Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk
Internasional

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 14:31
Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa
Internasional

Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa

Senin, 23 Maret 2026 - 13:33
Trump Ancam Iran, Teheran Siap Serang Balik Infrastruktur Energi AS
Internasional

Konflik Israel–Hizbullah Memanas, Ribuan Warga Lebanon Mengungsi

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:56
Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik
Internasional

Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:26

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2669 shares
    Share 1068 Tweet 667
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.