• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Viral dr Lois dan Prof Nidom, DPR: Pendekatan Harus Secara Ilmiah Bukan Hukum

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 13 Juli 2021 - 23:00
in Nasional
Virus Covid-19. Foto: Antara

Virus Covid-19. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan, pendekatan edukasi harus diambil pemerintah dalam percepatan program vaksinasi. Bukan malah melakukan pendekatan hukum kepada masyarakat.

“Masyarakat kita sedang susah karena terdampak Covid-19, harus ada edukasi bukan malah pendekatan hukum,” tegas Abdul Fikri Faqih melalui gawai, Selasa (13/7/2021).

BacaJuga:

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026

Idulfitri 2026: Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Mendagri Dampingi Presiden Rayakan Idul Fitri di Aceh Tamiang

Ia mencontohkan negara Amerika Serikat (AS) yang terpecah dua kelompok provaksinasi dan antivaksinasi. Kini AS berhasil melakukan vasinasi terhadap kurang lebih 90 persen penduduknya.

“Para akademisi di sana aktif dan dilibatkan pada edukasi kepada kelompok provaksinasi dan antivaksinasi. Dan terbukti mereka sekarang menempati peringkat 12 kasus Covid-19 di dunia. Malah kita sekarang peringkat 1 dunia kasus Covid-19,” katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengimbau pada kasus dr.Lois Owien sebaiknya pemerintah melakukan pendekatan secara ilmiah dan tertutup. Bukan malah melakukan pendekatan secara hukum.

“Panggila saja diam-diam, enggak usah ramai dan adili secara keilmuan bukan secara hukum,” ungkapnya.

“Ini sama kasus Prof Chairul Anwar Nidom dari Unair yang menyebut virus Covid-19 memiliki struktur peningkatan yang bergantung pada antibodi atau antibody-dependent enhancement (ADE). Jadi virus akan mengganas setelah divaksinasi. Ini enggak apa-apa, hadirkan dia ajak diskusi. Ini kan berbasis riset. Dan sekarang ini saatnya kita berpacu secara ilmiah,” imbuhnya.

Ia melihat penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah hanya melakukan pendekatan secara politik, ekonomi dan sosial. Yang justru, menurut dia, pendekatan tersebut hanya membuat masyarakat menderita.

“Kasihan rakyat kita. Kalau ada 2 pendapat, cari jalan tengahnya. Jangan-jangan solusi vaksin Covid-19 malah nanti dari Indonesia. Orang Indonesia itu jago-jago, kita bisa ciptakan GeNose, ventilator anak bangsa dan vaksin nusantara,” terangnya.

Ia berharap seluruh kementerian/ lembaga harus bekerja serius dari sektor masing-masing secara bersama-sama. Pemerintah harus melakukan evaluasi dan melakukan kajian. Sebab, secara edukasi, pemerintah telah gagal.

“Masyarakat kita terpolarisasi (terbelah) karena faktor agama dan sebagainya. Pendekatan kita seharusnya dengan riset, bukan pendekatan kebijakan publik dan politik,” imbuhnya. (nas)

Tags: DPRdr Lois OwienProf NidomViral

Berita Terkait.

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026
Nasional

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:41
Idulfitri 2026: Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Nasional

Idulfitri 2026: Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:15
Mendagri
Nasional

Mendagri Dampingi Presiden Rayakan Idul Fitri di Aceh Tamiang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:05
Bantuan
Nasional

Dompet Dhuafa Gulirkan Pasokan Logistik Bagi 500 Jiwa Penyintas Di Sudan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:34
Mendes
Nasional

Mendes Ajak Kades di Kedurang Sukseskan Kopdes dan BUMDes

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:14
Presiden-RI
Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh, Gibran di Masjid Istiqlal Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:21

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2657 shares
    Share 1063 Tweet 664
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    810 shares
    Share 324 Tweet 203
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.