• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Medsos Sarana Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 28 Mei 2021 - 16:43
in Headline
indoposco

Diskusi bahaya medos terhadap radikalisme dan intoleransi yang dilaksanakan rumah kebangsaan nusantara di Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Media Sosial (medsos) adalah sarana yang subur bagi perkembangan radikalisme dan intoleransi. Karena medsos dapat merubah karakter seseorang dalam waktu singkat.

“Kami kerap merasa khawatir dengan medsos yang sering dimanfaatkan untuk penyebaran radikalisme, intoleransi dan terorisme. Orang dengan mudah menemukan ajaran-ajaran tentang panduan bom bunuh diri atau mati syahid serta ajaran radikal lainnya,” kata perwakilan Densus 88, Brigjen Ibnu Suhendra di acara dialog bertajuk Peranan Medsos dalam Mengarus Utama Pancasila di Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021).

BacaJuga:

Jasa Marga: 2,3 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta dan Sekitarnya

Sektor Peternakan Jadi Penopang Utama Kebutuhan Protein Dunia

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

Ibnu menyatakan di Indonesia sendiri ada satu keluarga yang rela untuk jadi pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Makassar karena mengikuti kajian-kajian di medsos.

Hal senada juga disampaikan Budayawan yang juga sebagai Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susatyo, dia juga menyatakan keprihatian dengan kondisi penggunaan medsos di tanah air.

”Tantangan kita adalah menjaga martabat bangsa, maka kita harus menjaga Pancasila di ranah media sosial. Kalau menjalankan Pancasila berarti kita menjalankan agama yang benar. Kita harus menjadikan medsos sarana membangun. Namun saat ini, medsos sering menjadi sarana penghancuran. Mari kita lawan hal tersebut dan jadikan medsos jadi sarana menebarkan kebaikan,” kata Romo Benny kepada indoposco.id.

Romo menambahkan pentingnya mengarus utamakan Pancasila dalam dalam sistem pendidikan nasional karena ini menjadi kebutuhan dasar bagi anak-anak bangsa merajut ke-Indonesiaan.

Pengamat politik Sebastian Salang menyatakan bahwa perlu ada sinergitas untuk membangun ruang publik terhadap toleransi dan pancasila di medsos. Di Indonesia, medsos sudah jadi alat pembelah bangsa. Ini berdasarkan analisis data perilaku pengguna medsos. Perkembangan IT tak hanya memberi efek positif, tapi juga memberi efek negatif luar biasa.

”Revolusi IT luar biasa seperti berjalan dengan kecepatan cahaya. Sehingga prilaku kita berubah. Kalo tidak siap mengadaptasi diri repot. Bicara Pancasila, medsos punya potensi untuk dikembangkan, tapi harus membangun sinergi menggunakan medsos untuk merebut ruang publik untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Sementara mantan Pemimpin Redaksi Kompas, Rikard Bangun menyatakan saat ini Indonesia sedang menghadapi 2 perang yakni perang nyata dan perang dunia maya. Fungsi media awalnya untuk menyatukan, tapi sekarang malah jadi sarana pemecah belah. Medsos jadi penyebar hoaks yang paling hebat. Tidak ada kekuatan yang bisa menghambat medsos.

”Medsos menimbulkan budaya radikal. Kita harus memperkuat narasi soal Pancasila harus terus dinarasikan terus menerus,“ pungkas jurnalis senior ini. (gin)

Tags: IntoleransimedsosRadikalisme

Berita Terkait.

GT-Cikatama
Headline

Jasa Marga: 2,3 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta dan Sekitarnya

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:37
BRIN
Headline

Sektor Peternakan Jadi Penopang Utama Kebutuhan Protein Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:45
Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 
Headline

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:16
MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut
Headline

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:33
Sepeda-Motor
Headline

KAI Klaim Program Motis Lebaran Dukung Kelancaran Mudik 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:42
Belajar
Headline

Pemerintah Siapkan SE Menteri Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Pascalebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1205 shares
    Share 482 Tweet 301
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.