• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Tolak Reformasi Pajak, Ribuan Warga Kolombia Unjuk Rasa

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 29 April 2021 - 22:24
in Internasional
indoposco

Demonstran bentrok dengan pasukan keamanan selama protes terhadap reformasi pajak pemerintahan Presiden Ivan Duque di Bogota, Kolombia (28/4/2021). (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ribuan pengunjuk rasa menjawab seruan dari serikat terbesar pekerja Kolombia untuk turun ke jalan di seluruh negeri pada Rabu (28/4) waktu setempat, sebagai bentuk protes terhadap proposal reformasi pajak yang kontroversial.

Empat puluh orang ditangkap karena dugaan vandalisme dan 42 petugas polisi terluka. Polisi di kota-kota besar menyemburkan gas air mata di tengah beberapa lokasi yang ricuh. Di Bogota, 31 polisi dan warga sipil terluka. Kota Cali mengerahkan tentara dan memberlakukan jam malam pada pukul 01.00 setelah beberapa bus dibakar. Demikian seperti dikutip Antara, Kamis (29/4/2021).

BacaJuga:

Menhaj Pastikan Haji 2026 Tetap Normal, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Iran Tuduh Operasi Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Pencurian Uranium

Rusia Kecam Ultimatum Trump ke Iran: Bahaya Meluas!

Para pemimpin serikat pekerja menyerukan agar demonstrasi untuk dilanjutkan pada Kamis dan mengumumkan bahwa protes berikutnya akan dilangsungkan untuk 19 Mei. “Kami meminta Presiden Duque untuk mencabut reformasi pajak,” kata Ketua Central Union of Workers (CUT) Francisco Maltes.

Reformasi pajak yang diusulkan oleh pemerintahan Presiden Ivan Duque akan meningkatkan pajak pada individu dan bisnis serta menghilangkan banyak pengecualian. Reformasi pada awalnya dimaksudkan untuk mengumpulkan sekitar 6 miliar dolar AS atau Rp86 triliun, setara dengan dua persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah juga menyarankan untuk memperluas jenis barang yang dikenai pajak pertambahan nilai (PPN), dengan mengatakan reformasi sangat penting bagi Kolombia untuk mempertahankan peringkat utang tingkat investasinya.

Namun, sebelumnya pada Rabu, pejabat keuangan Juan Alberto Londono mengatakan pemerintah dapat menurunkan jumlah yang ditargetkan serendah 4,8 miliar dolar AS atau Rp69 triliun untuk mendapatkan persetujuan anggota parlemen.

Serikat pekerja bersikeras demonstrasi hari Rabu akan terus berlanjut meskipun ada perintah pengadilan untuk menundanya karena masalah virus corona. Kolombia mencapai rekor baru 490 kematian akibat virus corona setiap hari yang dilaporkan pada Rabu. Unit perawatan intensif di Bogota lebih dari 90 persen ditempati, sedangkan di Medellin mendekati 100 persen.

Presiden Duque mengatakan dalam program televisi hariannya bahwa dia memahami protes damai tetapi “vandalisme kriminal” telah terjadi. Protes pada Rabu adalah yang terbaru dari serangkaian demonstrasi yang dimulai menjelang akhir 2019 melawan kebijakan Duque.

Seorang ahli bedah, Roberto Angulo, ikut berunjuk rasa di Bogota untuk menuntut kondisi kerja yang lebih baik bagi staf perawatan kesehatan, yang menurutnya dibayar rendah. “Kami orang baik dan kami pantas mendapatkan kondisi kehidupan yang lebih baik,” katanya. (wib)

Tags: KolombiaReformasi Pajak Kolombia

Berita Terkait.

haji
Internasional

Menhaj Pastikan Haji 2026 Tetap Normal, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 23:13
jet
Internasional

Iran Tuduh Operasi Penyelamatan Pilot AS Sebagai Kedok Pencurian Uranium

Selasa, 7 April 2026 - 06:06
dmitry
Internasional

Rusia Kecam Ultimatum Trump ke Iran: Bahaya Meluas!

Senin, 6 April 2026 - 23:33
sosmed
Internasional

Menilai Rapor Australia dalam Kebijakan Pelarangan Media Sosial

Senin, 6 April 2026 - 16:06
Jet-Tempur
Internasional

Iran Ungkap Fakta Evakuasi Pilot F-15: Ada Upaya Lindungi Reputasi Trump

Senin, 6 April 2026 - 14:45
Asap-Hitam
Internasional

Menlu Tiongkok dan Rusia Teleponan, Sepakat Dorong Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Senin, 6 April 2026 - 12:53

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.