• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Akibat Polemik AstraZeneca, Australia Abaikan Target Vaksinasi Rampung Akhir 2021

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 12 April 2021 - 10:03
in Internasional
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menerima vaksinasi Covid-19 di Castle Hill Medical Center. Foto: Antara/REUTERS

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menerima vaksinasi Covid-19 di Castle Hill Medical Center. Foto: Antara/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Australia mengabaikan target program vaksinasi kepada 26 juta penduduknya pada akhir tahun 2021. Hal ini karena ada saran agar orang yang berusia di bawah 50 tahun lebih memilih vaksin Covid-19 Pfizer daripada AstraZeneca.

Australia, yang telah mengandalkan vaksin AstraZeneca dalam sebagian besar pelaksanaan vaksinasi, tidak berencana menetapkan target baru untuk menyelesaikan program vaksinasi, kata Perdana Menteri Scott Morrison melalui Facebooknya seperti dikutip Antara, Senin (12/4/2021).

BacaJuga:

Usai Bertemu di Istana Negara, Prabowo Antar Langsung Kepulangan Anwar Ibrahim ke Halim Naik Satu Kendaraan

Balas AS, Iran Ajukan Syarat dan Tuntutan untuk Akhiri Perang

Dijadwalkan Bertemu di Jakarta, Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Bahas Krisis di Timur Tengah

“Walaupun kami menginginkan dosis-dosis ini diselesaikan sebelum akhir tahun, tidak mungkin untuk menetapkan target seperti itu mengingat ada banyak ketidakpastian,” kata Morrison.

Pihak berwenang di Canberra mengubah rekomendasi tentang suntikan Pfizer bagi orang di bawah usia 50 pada setelah regulator Eropa menekankan kembali kemungkinan hubungan antara suntikan AstraZeneca dan laporan kasus pembekuan darah yang jarang terjadi.

Australia, yang pekan lalu bergegas untuk melipatgandakan pasokan vaksin Pfizer, pada awalnya merencanakan agar pada akhir Oktober seluruh penduduk di negara itu sudah divaksin. Aturan keras Australia dalam penanganan wabah Covid-19 sebagian besar berhasil menghentikan penularan virus corona di masyarakat.

Namun, gerakan vaksinasi telah menjadi topik politik yang hangat. Vaksinasi juga menjadi sumber gesekan antara Morrison dan para pemimpin negara bagian –setelah negara itu pada akhir Maret baru melaksanakan vaksinasi pada sebagian kecil dari targetnya yang berjumlah sekitar empat juta orang.

Morrison menambahkan hingga kini, Australia telah menyuntikkan sekitar 1,16 juta dosis Covid-19. Ia menyebut kecepatan program vaksinasi Australia sejalan dengan negara-negara lain, termasuk Jerman dan Prancis, juga lebih maju daripada Kanada dan Jepang.

Dibandingkan negara-negara lain, Australia memulai vaksinasi lebih lambat, sebagian karena jumlah infeksi yang rendah. Sejak pandemi Covid-19 mulai muncul, negara itu hanya mengalami 29.400 kasus infeksi dan 909 kematian. (wib)

Tags: AstraZenecaAustraliaVaksinasi

Berita Terkait.

Arus Balik Diprediksi Menggumpal di Akhir Pekan, Pemudik Diminta Cerdas Atur Waktu
Internasional

Usai Bertemu di Istana Negara, Prabowo Antar Langsung Kepulangan Anwar Ibrahim ke Halim Naik Satu Kendaraan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:31
bendera
Internasional

Balas AS, Iran Ajukan Syarat dan Tuntutan untuk Akhiri Perang

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:12
Dampak
Internasional

Dijadwalkan Bertemu di Jakarta, Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Bahas Krisis di Timur Tengah

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:09
Tim-Penyelamat
Internasional

Solidaritas Rakyat Indonesia Wujud Aksi Dukungan Masyarakat Iran Hadapi Konflik

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:12
China Dukung Upaya Pakistan Fasilitasi Dialog Damai AS-Iran
Internasional

China Dukung Upaya Pakistan Fasilitasi Dialog Damai AS-Iran

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:51
Bendera-Iran
Internasional

Iran lebih Percaya Vance Daripada Witkoff dan Kushner Untuk Dialog

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:37

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1229 shares
    Share 492 Tweet 307
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.