• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

PBB Cari Bukti Kejahatan Junta Militer Myanmar

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 17 Maret 2021 - 23:42
in Internasional
Tentara berjaga saat aksi protes berlangsung di Yangon, Myanmar, Senin (15/2/2021), untuk menentang kudeta militer. Foto: Antara/REUTERS/Stringer/foc

Tentara berjaga saat aksi protes berlangsung di Yangon, Myanmar, Senin (15/2/2021), untuk menentang kudeta militer. Foto: Antara/REUTERS/Stringer/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta orang-orang untuk mengumpulkan dan menyimpan bukti dokumenter kejahatan yang diperintahkan oleh militer Myanmar sejak kudeta 1 Februari 2021, untuk membangun kasus terhadap para pemimpinnya.

Lebih dari 180 pengunjuk rasa telah dibunuh oleh pasukan keamanan yang berusaha menghancurkan gelombang demonstrasi sejak junta merebut kekuasaan di negara Asia Tenggara itu, kata kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

BacaJuga:

700 Rudal Ditembakkan ke Target AS-Israel, Iran Sebut Stok Senjata Masih Melimpah

Erdogan Kecam Israel, Sebut Serangan ke Fasilitas Sipil Seperti di Gaza

WHO Soroti Serangan Israel ke Layanan Kesehatan Lebanon, 14 Petugas Tewas

“Orang-orang yang paling bertanggung jawab atas kejahatan internasional paling serius biasanya mereka yang memegang posisi kepemimpinan tinggi,” kata Nicholas Koumjian, kepala tim PBB yang berbasis di Jenewa, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Antara, Rabu (17/3/2021).

“Mereka bukanlah orang yang secara fisik melakukan kejahatan dan bahkan seringkali tidak hadir di lokasi di mana kejahatan tersebut dilakukan. Untuk membuktikan tanggung jawab mereka membutuhkan bukti laporan yang diterima, perintah yang diberikan, dan bagaimana kebijakan ditetapkan,” ujar Koumjian, menambahkan.

Orang-orang dengan informasi semacam itu harus menghubungi penyelidik melalui alat komunikasi yang aman, ujar dia, merujuk pada aplikasi seperti Signal atau akun ProtonMail.

Pada Selasa (16/3), kantor hak asasi manusia PBB mengutuk penggunaan amunisi hidup terhadap para pengunjuk rasa.

“Mereka benar-benar tidak diperiksa dan semakin brutal setiap hari. Ini merupakan peningkatan kebrutalan yang diperhitungkan,” kata seorang pejabat senior PBB, yang menolak disebutkan namanya, kepada Reuters, Rabu (17/3/2021).

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militernya menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi. Militer kemudian menahan Suu Kyi beserta anggota partainya, yang menimbulkan kecaman internasional yang meluas.

Penyelidik PBB mengumpulkan bukti penggunaan kekuatan mematikan, penangkapan yang melanggar hukum, penyiksaan dan penahanan orang-orang yang keluarganya tidak diberitahu keberadaan mereka, kata pernyataan itu.

Mekanisme Investigasi Independen untuk Myanmar dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 2018 untuk mengkonsolidasikan bukti kejahatan paling serius. Mekanisme itu bertujuan untuk membangun data kasus untuk persidangan di pengadilan nasional, regional, atau internasional. (bro)

Tags: Junta Militer MyanmarMyanmarPerserikatan Bangsa-Bangsa

Berita Terkait.

Rudal
Internasional

700 Rudal Ditembakkan ke Target AS-Israel, Iran Sebut Stok Senjata Masih Melimpah

Senin, 16 Maret 2026 - 11:46
Erdogan
Internasional

Erdogan Kecam Israel, Sebut Serangan ke Fasilitas Sipil Seperti di Gaza

Senin, 16 Maret 2026 - 09:04
Asap
Internasional

WHO Soroti Serangan Israel ke Layanan Kesehatan Lebanon, 14 Petugas Tewas

Senin, 16 Maret 2026 - 00:04
Pemandangan
Internasional

Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat Tewaskan Seorang Warga Palestina

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:09
iran
Internasional

Serangan Israel-AS Tewaskan Ratusan Siswi di SD, Kedubes Iran: Itu Kejahatan Perang

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:02
libanono
Internasional

Indonesia Kutuk Eskalasi Serangan Zionis Israel ke Lebanon

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:11

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Dua Pegawai Importir Terkait Kasus Suap Impor Barang KW

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • 8 Besar Piala FA: Chelsea Jumpa Tim Kejutan, City vs Liverpool Jadi Sorotan

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • BPN Banten Serahkan Sertifikat PTSL 2026 Secara Door to Door di Mancak

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.