• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kampung Sarawandori Papua Jadi Sentra Pengembangan Rumput Laut

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 Maret 2021 - 10:57
in Ekonomi
Rumput laut. Foto: kkp.go.id

Rumput laut. Foto: kkp.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Papua menjadikan kampung Sarawandori Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua telah menjadi sentra pengembangan budidaya rumput laut. Daerah ini sudah mampu menghasilkan 500 kilogram rumput laut basah per panen.

Kabid Produksi Kelautan dan Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Yan Elvid Wayeni didampingi Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Yapen Daniel Reba Minggu (14/3/2021), mengatakan pengembangan rumput laut tahap dua dilakukan pembudidaya saat ini memberikan hasil luar biasa.

BacaJuga:

Inovasi Lingkungan Antar PHR Regional 1 Sabet 15 Penghargaan PROPER

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

RUPST OCBC: Laba Rp5,06 Triliun, Transaksi Digital Tembus Rp1.500 Triliun

“Tiga wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen , Biak Numfor, dan Supiori ditetapkan DPK Provinsi Papua sentra pengembangan rumput laut,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Untuk pengembangan rumput laut di Kepulauan Yapen berada di posisi pertama, menurut Yan Wayeni, pada tahun 2020 Dinas Perikanan Propinsi melakukan rapat evaluasi dan langsung ditindaklanjuti pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk pengembangan rumput laut dan direspons baik oleh pembudi daya.

“Untuk Kabupaten Kepulauan Yapen, Biak Numfor, dan Supiori anggarannya sudah ada setiap tahun tetapi kami dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua sudah punya target dari tiga wilayah ini, yang merespons dan menindaklanjuti kegiatan program unggulan ini akan mendapat biaya lebih besar, karena saat ini sudah tidak lagi melakukan pemerataan untuk wilayah yang tidak mengembangkan sektor budidaya sesuai potensi di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Ia menyebut Kabupaten Kepulauan Yapen mempunyai respons yang luar biasa sehingga DPK akan memfasilitasi baik dari perencanaan sampai kepada pasar, di mana dalam panen bibit pengembangan tahap kedua, sudah berkembang menjadi 500 kilogram basah, dari sebelumnya pada tahap awal 150 kilogram dengan cara long line.

Yan Wayeni mengatakan DPK akan terus mengikuti perkembangan pertumbuhan budidaya rumput laut di pengembangan ketiga nantinya. Ia berharap mortalitas rumput laut bisa diturunkan sampai nol, agar pengembangan sampai pembesaran produksi rumput laut di sana bisa kembali stabil.

Untuk budidaya rumput laut, lanjutnya, pihak DPK harus menyiapkan kultur jaringan sebagai penyiapan bibit itu yang menjaga kontinuitas dalam budidaya rumput laut. “Provinsi Papua memiliki balai benih ikan yang berada Bosnik, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, jadi kalau budi daya rumput laut mengalami kesulitan dengan bibit kami sudah siapkan, karena butuh biaya cukup besar jika didatangkan bibit dari luar Papua,” kata Yan lebih jauh. (wib)

Tags: PapuarumputlautSarawandori

Berita Terkait.

PROPER
Ekonomi

Inovasi Lingkungan Antar PHR Regional 1 Sabet 15 Penghargaan PROPER

Kamis, 9 April 2026 - 22:04
SMBC
Ekonomi

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 9 April 2026 - 19:41
RPUST
Ekonomi

RUPST OCBC: Laba Rp5,06 Triliun, Transaksi Digital Tembus Rp1.500 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 19:21
TIC
Ekonomi

Dorong Ekonomi Hijau, PTSI-ICDX Bangun Ekosistem REC yang Transparan

Kamis, 9 April 2026 - 18:20
Fesyen
Ekonomi

LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana Modern

Kamis, 9 April 2026 - 18:00
Menkop
Ekonomi

Menkop Resmikan Operasional Kopdes Merah Putih di Atuka Papua Tengah, sebagai Pelopor Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 16:48

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.