• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Lisye Diana, Eksportir Lampion Bermodal Awal hanya Rp10 Juta

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 Februari 2021 - 14:51
in Ekonomi
Lampion produksi Lisye Diana.

Lampion produksi Lisye Diana.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lampion menjadi hiasan setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Tentu ini membawa berkah tersendiri bagi pengrajin lampion di berbagai daerah. Seperti Lisye Diana. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) L&D Art yang memproduksi aneka bentuk lampion ini sudah mempersiapkan jauh-jauh hari.

“Pesanan untuk Imlek tahun ini sudah masuk sejak Oktober tahun lalu. Kami perhari bisa membuat hingga 100 lampion” ujar Lisye Diana dalam keterangan, Minggu (14/2/2021).

BacaJuga:

Ubah Limbah Jadi Proteksi Ekonomi, Program Maggot PLN EPI Raih Platinum CSR Awards

Inovasi Lingkungan Antar PHR Regional 1 Sabet 15 Penghargaan PROPER

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Lisye Diana merupakan pelaku UMKM binaan Pertamina melalui Program Kemitraan. Program ini banyak diminati dan menjadikan UMKM tersebut naik kelas.

Lisye menggunakan, melihat adanya peningkatan pesanan, ia pun ikut menambah stok bahan baku. Selain itu, dia pun menambah kebutuhan jumlah pekerja. “Kalau karyawan tetap tujuh orang. Tetapi, kalau ada order yang harus diselesaikan bisa sampai 50-60 orang,” ungkapnya.

Lisye memberdayakan para tetangga yang menganggur untuk ikut membantunya. Lisye merintis usaha pembuatan lampion bersama suaminya Abdul Syukur. Itu pun hanya bermodalkan Rp10 juta.

Bahan baku yang dipakai tak hanya kertas, tetapi juga tembaga, stainless steel, dan bahan lainnya. Namun kekuatan produk Diana terletak pada inovasi dan kreasinya. Melalui Workshopnya dia mampu memproduksi berbagai jenis lampion, mulai dari lampion tradisional hingga modern.

Seperti lampion dengan bentuk buah jatuh, embun berleher, silinder (kapsul) dan silinder bunga Meihua. “Sebagian contoh lampion karyanya bisa dilihat melalui akun media sosial @lampionld. Lampion saya jual antara Rp50 ribu hingga Rp2,3 juta, Itu pun tergantung kesulitan pembuatannya,” jelasnya.

Di bawah binaan Pertamina dan di bawah brand L & D Art Lamp, Lisye Diana mampu bertahan bahkan sudah pernah ikut berbagai pameran di 8 negara. Mulai dari Malaysia, Singapura, Ukraina, Jepang, Qatar dan terakhir di Armenia.

Selama ikut pameran, lampion buatan Lisye Diana selalu ludes terjual. Ini membuktikan lampion buatan Lisye Diana memiliki mutu tinggi dan kualitas ekspor. Omzet rata-rata perbulan yang didapatkan yakni sekitar Rp 25 juta. “Jika saat imlek bisa naik lebih dari 100 persen,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, Pertamina senantiasa akan mendampingi mitra binaan dalam kondisi apapun, termasuk saat kebanjiran pesanan. Dengan memberikan penyediaan modal hingga memperluas pemasaran melalui banyak cara.

“Mitra binaan akan didampingi hingga naik kelas dengan cepat sehingga UMKM ini bisa terus tumbuh dan jadi mandiri,” ujarnya. (nas)

 

Tags: Lisye DianaUMKM

Berita Terkait.

La-Trophi
Ekonomi

Ubah Limbah Jadi Proteksi Ekonomi, Program Maggot PLN EPI Raih Platinum CSR Awards

Jumat, 10 April 2026 - 06:02
PROPER
Ekonomi

Inovasi Lingkungan Antar PHR Regional 1 Sabet 15 Penghargaan PROPER

Kamis, 9 April 2026 - 22:04
SMBC
Ekonomi

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 9 April 2026 - 19:41
RPUST
Ekonomi

RUPST OCBC: Laba Rp5,06 Triliun, Transaksi Digital Tembus Rp1.500 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 19:21
TIC
Ekonomi

Dorong Ekonomi Hijau, PTSI-ICDX Bangun Ekosistem REC yang Transparan

Kamis, 9 April 2026 - 18:20
Fesyen
Ekonomi

LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana Modern

Kamis, 9 April 2026 - 18:00

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.